SIDOARJO - Memperkuat ikatan antar anggota, ICA BPC Sidoarjo sukses menggelar kegiatan bersama Re-cook Challenge dan Gathering di Aston Hotel Sidoarjo.
Andi Abidin, Ketua Indonesian Chef Association, (ICA) BPC Sidoarjo mengatakan gathering ini bukan hanya sekadar pertemuan saja, tetapi juga mengadakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. “Tujuan utamanya berfokus pada penguatan hubungan dan komunikasi antar anggota melalui interaksi langsung dan kegiatan bersama dengan melibatkan UMKM, pengusaha kuliner dan chef” ungkapnya. Rabu(22/10/2025).
Andi menjelaskan dalam acara ini, ICA memainkan peran yang sangat penting sebagai mereka tidak hanya mempromosikan potensi ekonomi dan inovasi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, termasuk kuliner, apalagi setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan kuliner tersendiri yang mewakili cita rasa lokal, tradisi, dan bahan-bahan khas termasuk di Sidoarjo.
“Kuliner yang berasal dari kuliner lokal terus jadi inspirasi menjadikannya lebih dari sekadar makanan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang hidup dan dilestarikan,” tegasnya.
Baca Juga : Kisah UMKM Besek Bambu Jombang: Dari PHK Jadi Sukses Ekspor ke Luar Negeri
Dihadiri 129 peserta yang terdiri dari para UMKM, pengusaha katering dan pelajar dari sekolah kuliner. Gathering ini juga dihadiri 90-an anggota BPC ICA Jawa Timur, Andi berharap ICA mampu mengangkat potensi kuliner asli khas Sidoarjo melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Gathering yang dibalut dalam acara Parade Chef Professional ini juga menghadirkan beberapa pakar kuliner disesi “Workshop Cooking Class” nama-nama seperti chef Sunari, chef Ari, chef Kohar, chef Andy, chef Arif, chef Elisa, chef Ipung, dan chef Yuni. Membagikan ilmu memasak dan aneka resep praktis untuk membuka bisnis.
Baca Juga : BRI Dorong UMKM Tembus Pasar Premium Lewat Kemitraan dengan SOGO
Menu yang didemokan, antara lain Nasi Briyani, Arabic Samosa, Ayam Betutu, Bikang Mawar, Ayam Kanton, Oseng oseng Pepaya, Ebi Furai Ramen Curry dengan Sambal Matah. Tidak hanya demo memasak, di depan ratusan peserta juga membahas mengenai pentingnya food safety, atau edukasi tentang Keamanan Pangan.
Chef Aria Ilham, menyampaikan keprihatinan yang mendalam soal masalah keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) karena menyebabkan ribuan siswa keracunan, dan berdampak pada kepercayaan publik.
Menurut Aria, pengendalian infeksi pada makanan penting untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, atau parasit melalui makanan. Penyebabnya diduga karena pengolahan dan penyimpanan yang tidak sesuai standar, serta waktu antara pengolahan dan penyajian yang terlalu lama. Pentingnya memahami keamanan pangan akan melindungi kesehatan dari penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Baca Juga : Dari Batu untuk Dunia! Scale Up Business Vol. 2 Hadirkan Akselerasi UMKM Lokal
“Harapannya apa yang sudah ka ICA berikan bermanfaat bagi semua pelaku bisnis kuliner,”kata Aria.
Apresiasi setinggi-tingginya diberikan ICA BPC Sidoarjo kepada PT Surya Pratista Hutama (PT Suprama) produsen dari Mi Burung Dara yang selalu mendukung setiap kegiatan ICA BPC Sidoarjo Delta sejak terbentuk tahun 2021.
Elisabet Yuliastuti, Chef Ambassador Mi Burung Dara mengatakan sebagai sponsor utama, Mi Burung Dara telah menjadikan para chef sebagai mitra terbaik. Salah satunya lewat workshop yang dipandu chef berpengalaman yang mengajarkan resep-resep untuk pengembangan bisnis.
Baca Juga : Usaha Sampingan Ibu-Ibu Sumberagung Hasilkan Ratusan Tas Belanja Anyaman Per Minggu
“Bahkan di gathering ICA, kami hadirkan workshop bersama runner up master chef Indonesia 1, Agus Sasirangan yang juga ambassador dari Mi Burung Dara,”jelasnya.
Lewat para chef inilah beragam masukan didapatkan, mulai up date kuliner termasuk inovasi kreasi mi diperoleh. Tak hanya menyediakan produk berkualitas untuk para chef profesional, Mi Burung Dara juga terlibat dalam semua kegiatan seperti cooking class, kompetisi dan di beragam event bersama ICA BPC Sidoarjo.
“Kolaborasi Mi Burung Dara dan para chef menjadi mitra strategis dalam mengedukasi para UMKM mulai pemilihan bahan berkualitas, pengembangan bisnis sampai bersama-sama mengangkat dan mempromosikan kuliner lokal,” terangnya,
Baca Juga : BRI Salurkan KUR Rp147,2 Triliun, Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Memperlihatkan standar kualitas produk yang tinggi dan mendukung standar kualitas produk di industri makanan, ICA BPC Sidoarjo juga diajak melakukan factory visit langsung di pabrik Mi Burung Dara yang ada di kawasan Suko-Sidoarjo. Di sinilah Mi berkualitas terbaik, kualitas ekspor dan sudah eksis lebih dari 50 tahun di produksi.
“Ke depan, bersama Indonesia Chef Association, PT Suprama akan terus berkontribusi secara positif di dunia kuliner dan pemberdayaan UMKM, untuk terus mendukung kemajuan kuliner lokal dan Nusantara,” tegas Elisa.
Editor : Iwan Iwe




















