PROBOLINGGO - Aksi pencurian ternak kembali meresahkan warga Kabupaten Probolinggo. Kali ini dua ekor sapi milik pasangan suami istri di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, raib digondol pencuri, pada Senin (1/6/2026), sekitar pukul 02.00 WIB.
Beruntung satu ekor sapi berhasil ditemukan warga di area persawahan, sementara seekor sapi lainnya hingga kini masih hilang. Peristiwa tersebut menimpa Yarno (55) dan istrinya Siti (48), warga Dusun Timur 1, Desa Muneng Kidul.
Aksi pelaku bahkan terekam kamera CCTV milik warga sekitar. Dalam rekaman itu terlihat dua pria dengan santai menuntun dua ekor sapi melewati jalan desa menuju area persawahan.
Satu ekor sapi betina lokal berwarna hitam berjalan di bagian depan, sedangkan seekor sapi jantan jenis limosin berwarna cokelat berusia sekitar satu tahun berada di belakang. Salah seorang pelaku tampak mengenakan kaos hitam, celana jins pendek, dan kaos kaki berwarna gelap.
Yarno mengaku baru mengetahui sapinya hilang saat mengecek kandan. Ia terkejut melihat kandang yang terbuat dari anyaman bambu dalam kondisi rusak dan kosong.
"Saya kaget sekali. Saat datang ke kandang, dua sapi sudah tidak ada. kandang yang terbuat dari anyaman bambu sudah dijebol," ujar Yarno.
Pelaku memotong tali tampar yang mengikat kedua sapi, kemudian berjalan melewati pintu kandang.
"Pelaku keluar dengan membawa dua sapi melewati pintu kandang san berjalan ke arah selatan, "ulasnya.
Menurutnya, sapi jantan jenis limosin yang hilang baru dibeli sekitar tiga bulan lalu dengan harga Rp12,2 juta. Uang untuk membeli sapi tersebut merupakan hasil tabungan yang dikumpulkannya dari hasil bertani.
"Itu sapi baru saya beli tiga bulan lalu. Uangnya dari hasil menabung sedikit demi sedikit. Saya sangat sedih karena sapi itu untuk tambahan usaha keluarga," katanya.
Setelah mengetahui sapinya hilang, Yarno langsung berteriak meminta pertolongan warga. Puluhan warga kemudian melakukan pencarian di sekitar desa dan area persawahan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar satu kilometer dari lokasi kandang, warga menemukan seekor sapi betina lokal yang ditinggalkan pelaku saat hendak melarikan diri.
"Sapi yang betina ditemukan di sawah. Mungkin pelaku kesulitan membawa keduanya sehingga satu ekor ditinggalkan," ujar Yarno.
Meski demikian, sapi limosin miliknya masih belum ditemukan hingga kini.
Peristiwa itu juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Husain Anis, tetangga korban, mengatakan Siti, istri Yarno, sempat menangis histeris hingga pingsan saat mengetahui seluruh sapi di kandang hilang.
"Ibu Siti langsung menangis saat melihat kandangnya kosong. Beliau sangat terpukul karena sapi-sapi itu dirawat sendiri setiap hari," kata Husain.
Menurut Husain, pasangan suami istri tersebut selama ini menggantungkan sebagian penghasilannya dari beternak sapi.
"Setiap hari mereka mencari rumput sendiri untuk pakan ternak. Karena itu saat sapi hilang, mereka sangat terpukul. Bahkan Bu Siti sampai pingsan karena syok," ujarnya.
Warga berharap pelaku segera tertangkap karena kasus pencurian ternak mulai membuat peternak resah.
"Kami berharap polisi segera mengusut kasus ini. Jangan sampai pencurian sapi terus terjadi dan membuat warga takut memelihara ternak," tambah Husain.
Sementara itu, Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Aprianto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban terkait kasus pencurian tersebut.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari korban. Namun apabila ada laporan yang masuk, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku," kata AKP Sugeng.
Kasus pencurian ternak ini menambah daftar panjang kejahatan yang menyasar masyarakat pedesaan di Kabupaten Probolinggo. Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama pada malam hingga dini hari untuk mencegah aksi serupa terulang kembali. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















