Menu
Pencarian


Delta Crisis Center (DCC) Dampingi 5.107 ODHA di Sidoarjo sejak 2008, Kelompok LSL Mendominasi

Portaljtv.com - Kamis, 23 Juli 2026 15:48
Delta Crisis Center (DCC) Dampingi 5.107 ODHA di Sidoarjo sejak 2008, Kelompok LSL Mendominasi
Koordinator dan 12 Pendamping DCC, Yayasan yang fokus pada pendampingan ODHA, tengah berdialog di Rumah Singgah Dinsos Sidoarjo di Lebo untuk pendampingan pada teman Tuna Susila di Kota Delta, pada Kamis (23/7/2026)

SIDOARJO - Yayasan Delta Crisis Center (DCC) Sidoarjo memaparkan catatan dan sebaran kasus HIV/AIDS yang didampingi selama kurun waktu 2008 hingga 21 Juli 2026. Hasilnya, tercatat ada 5.107 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang masuk dalam jaringan pendampingan DCC di Sidoarjo.

Dari total 5.107 ODHA tersebut, kelompok faktor risiko Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi yang paling mendominasi.

Direktur Program Yayasan DCC, Ferry Efendi, mengungkapkan bahwa kelompok LSL menyumbang angka tertinggi dalam sebaran kasus pendampingan lembaga ini.

"Dari total 5.107 orang yang didampingi sejak 2008 hingga 21 Juli 2026, kelompok faktor risiko terbesar berasal dari Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), yakni mencapai 1.692 orang atau sekitar 33,1 persen," ujar Ferry saat ditemui di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Jalan Raya Lebo, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :   Delta Crisis Center (DCC) Dampingi 5.107 ODHA di Sidoarjo sejak 2008, Kelompok LSL Mendominasi

Sebagai yayasan yang fokus pada pendampingan ODHA, DCC saat ini menerjunkan 1 koordinator dan 12 pendamping aktif. Seluruh personel tersebut disebar di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Sidoarjo untuk membantu para pasien.

Ferry menjelaskan, tugas para pendamping meliputi pemberian layanan psikososial, pendampingan emosional, hingga membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi para ODHA.

Baca Juga :   Dinkes Sidoarjo Buka Suara Soal Isu Viral Ratusan Pelajar Kena HIV/AIDS, Ini Data Aslinya!

Langkah ini dilakukan agar penanganan HIV/AIDS di Sidoarjo tidak hanya berfokus pada pengobatan medis semata, tetapi juga memperhatikan sisi psikologis dan sosial penderita.

"Harapan kami penanganan HIV dapat dilakukan secara komprehensif. Bukan hanya mengobati secara medis, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikososial agar kualitas hidup teman-teman ODHA semakin baik," pungkasnya.

Editor : Bagoes Ri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.