Antrean panjang ini menjadi hal rutin di sumber sumur bor desa, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, sejak beberapa minggu terakhir. Dampak kemarau panjang membuat sumur-sumur di rumah warga, makin menyusut hingga mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga rela mengantre berjam-jam di sumur bor tersebut. Bahkan aliran sumur bor peninggalan jaman belanda ini makin menyusut, karena aliran air tidak sederas di musim hujan. Akibatnya, proses pengisian air membutuhkan waktu lebih lama.
“Sumber sumur bor ini sering dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Malah ada yang ngambil untuk dijual lagi. Namun belakangan, tambah banyak yang antre mulai area sumur bor tambah panjang sampai ke jalan,” jelas Endri Sofian, salah satu pengantre air.
Untuk mengurai antrean, pihak pengelola membuat jadwal pengambilan secara mandiri yaitu di bawah lima galon atau jerigen, mulai pagi sampai malam. Sedang untuk pengambilan berskala besar atau diatas lima gallon, dijadwalkan mulai dini hari hingga pagi hari.(Tova Pradana)
Editor : Y. Windarto