KEDIRI - Seorang ibu rumah tangga di Kota Kediri membuktikan bahwa passion dan ketekunan bisa melahirkan kesuksesan. Sri Ayuni (57), berhasil menekuni usaha kain dengan teknik eco print, dan karya busananya bahkan mampu menembus pasar luar negeri seperti Singapura dan Filipina.
Setiap pagi, Sri Ayuni dengan telaten memetik berbagai jenis daun di halaman rumahnya yang terletak di kawasan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Daun-daunan itulah yang menjadi bahan alami untuk mewarna sejumlah kain polos yang telah disiapkannya, memberikan corak dan warna yang unik pada setiap helainya.
Usaha yang dirintisnya sejak 2016 ini berawal dari hobi membatik. Seiring waktu, ibu satu anak ini pun mulai mendalami teknik eco print. Alasan utamanya memilih teknik ini adalah karena prosesnya yang ramah lingkungan dan lebih praktis.
“Saya memilih menekuni teknik eco print, karena ramah lingkungan dan lebih praktis membuatnya,” ujar Sri Ayuni.
Baca Juga : Kisah UMKM Besek Bambu Jombang: Dari PHK Jadi Sukses Ekspor ke Luar Negeri

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Sri Ayuni mampu memproduksi hingga 25 potong kain dalam sebulan. Kain-kain bernilai seni tinggi itu lantas diolah menjadi berbagai busana siap pakai, seperti kaos, daster, outer, hingga tas. Dalam sebulan, dia mampu menjual lebih dari 30 karya eco print.
Perempuan berusia 57 tahun itu mengaku, hasil karyanya tidak hanya laku di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional.
Baca Juga : BRI Dorong UMKM Tembus Pasar Premium Lewat Kemitraan dengan SOGO
“Hasil karya saya mampu terjual di seluruh Indonesia dan pasar luar negeri seperti Filipina dan Singapura,” tuturnya.
Karyanya dijual dengan harga yang beragam, mulai dari Rp 50.000 hingga Jutaan Rupiah, tergantung pada jenis kain dan kerumitan desain. Selain fokus pada teknik eco print, Sri Ayuni juga tetap melestarikan seni tradisional dengan menjual berbagai kain batik tulis.
Kisah sukses Sri Ayuni menjadi inspirasi bahwa dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar dan didukung kreativitas, produk lokal bisa bersaing dan dikenal hingga ke mancanegara. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri




















