KEDIRI - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, PT. KAI DAOP 7 Madiun telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Salah satunya dengan menyediakan kereta api tambahan dan mitigasi di beberapa daerah yang memerlukan pantauan khusus . Hal ini seperti yang disampaikan oleh Manager Humas DAOP 7 Madiun, Tohari, saat kunjungan kerja di Stasiun Kediri, Kamis (12/2/2026)
Mengingat masa mudik tahun ini juga bertepatan dengan musim penghujan, KAI Daop 7 juga memberikan perhatian khusus pada beberapa daerah. Langkah preventif diambil untuk meminimalisir risiko gangguan perjalanan kereta api (perka).
”Kami melakukan mitigasi di beberapa daerah yang memerlukan pantauan khusus. Terutama di musim hujan ini, kami menyiagakan petugas ekstra seperti penjaga jalan lintas (PJL) dan petugas pemeriksa jalur,”jelas Tohari.
Sementara untuk pemesanan tiket hingga tanggal 12 Februari 2026 ini, sudah ada 47.000 tiket keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun telah terjual. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring mendekatnya masa mudik. Sementara itu, arus kedatangan diprediksi lebih padat. Jumlah pelanggan yang melakukan reservasi menuju wilayah Daop 7 bahkan telah melampaui angka keberangkatan. “Untuk kedatangan, sudah ada sekitar 62.000 pelanggan yang melakukan reservasi tiket menuju wilayah Daop 7 Madiun,” tambahnya.
Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran 2026, BTP Surabaya Rampcheck Ratusan Sarana KA di Jatim
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI Daop 7 juga menyiapkan kereta tambahan, di antaranya KA Brantas serta KA Gajayana kelas eksekutif yang melintas di wilayah Daop 7. Secara total, 62 perjalanan KA akan beroperasi di wilayah Daop 7, termasuk 26 perjalanan yang melayani wilayah Kediri dari arah barat maupun timur.
KAI memastikan tarif tiket tetap mengacu pada skema Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) sesuai ketentuan pemerintah. Masyarakat diimbau melakukan pemesanan lebih awal agar memperoleh harga ekonomis dan kepastian tempat duduk selama arus mudik Lebaran 2026. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















