MOJOKERTO - CFF NET Goes to Mojokerto menghadirkan pengalaman menonton film di ruang publik terbuka. Kegiatan yang berlangsung di Grand Atrium Sunrise Mall Mojokerto, pada Sabtu (28/3/2026) ini menghadirkan 12 film karya sineas muda lokal.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian 5th Ciputra Film Festival yang dikemas dalam konsep roadshow ke berbagai kota. Tujuannya, mendekatkan film kepada masyarakat sekaligus membuka ruang apresiasi yang lebih luas.
Terbukti, sekitar seratus pengunjung, baik yang sengaja datang maupun kebetulan melintas menikmati film yang diputar.
Salah satu sineas, Naufal Mufarezah, mengaku bangga karyanya bisa ditonton langsung oleh publik. Ia menilai momen ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat respons penonton secara nyata.
“Rasanya dihargai dan bangga, karena karya saya bisa ditonton dan saya bisa merasakan langsung pengalaman penonton,” katanya.
Filmmaker lainnya, Ibnu Agil Alfaru menyebut kehadiran ruang pemutaran alternatif seperti CFF NET sangat penting bagi perkembangan film komunitas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi karya lokal agar lebih dikenal masyarakat.
"Ini langkah yang mewadahi film-film, terutama karya komunitas, agar bisa bertemu penonton. Hal ini sangat positif untuk perkembangan filmmaker lokal," ujarnya.
Salah satu film yang diputar berjudul Suara yang Tertinggal karya sutradara Galuh Lintang. Melalui film tersebut, Galuh mengajak anak muda yang merantau untuk berani kembali pulang meski memiliki luka di masa lalu.
“Untuk anak muda yang merantau dan punya luka mendalam di kota asalnya, beranilah pulang. Sedalam apa pun lukanya, beranikan diri untuk kembali,” ujarnya.
Selain pemutaran film, acara yang digagas mahasisa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan penampilan pendukung yang memperkuat interaksi antara sineas dan penonton.
CFF NET Goes to Mojokerto bukan menjadi akhir dari rangkaian kegiatan. Program ini akan terus berlanjut ke sejumlah kota lain dengan semangat yang sama, yakni mendekatkan film kepada masyarakat sekaligus membuka ruang apresiasi bagi karya-karya lokal. (*)
Editor : A. Ramadhan



















