JOMBANG - Suasana pembagian daging kurban di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Muanawiyah, Dusun Sambisari, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, tampak berbeda dari biasanya, Kamis siang (28/5). Di tengah proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban, lantunan ayat suci Al Quran terus menggema dari para santriwati.
Tradisi unik itu menjadi ciri khas pesantren khusus putri tersebut setiap momentum Idul Adha. Para santriwati tidak hanya bertugas menyiapkan dan membagikan daging kurban kepada warga, tetapi juga diwajibkan membaca serta menyimak hafalan Al Quran secara bergantian.
Aktivitas hafalan dilakukan di sela-sela proses pembagian daging. Bahkan, santriwati yang bertugas membakar daging kurban untuk kegiatan makan bersama juga tetap menyetorkan hafalan Quran di hadapan teman-temannya.
Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Al Muanawiyah, Ustadz Ahmad Mu'ammar Sholahuddin, mengatakan konsep tersebut sengaja diterapkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pembiasaan bagi para santri.
Baca Juga : Warga Binaan Lapas Banyuwangi, Kompak Nyate Bareng di Momen Idul Adha
“Anak-anak tidak hanya belajar berbagi kepada masyarakat lewat pembagian daging kurban, tetapi juga melatih hafalan dan keberanian membaca Al Quran di depan orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sudah menjadi identitas pesantren sejak berdiri pada 2020 lalu. Selain memperkuat hafalan santri, konsep itu juga diharapkan menanamkan nilai ibadah dan kepedulian sosial secara bersamaan.
Ponpes Tahfidzul Quran Al Muanawiyah saat ini memiliki sekitar seratus santri putri. Pada Idul Adha tahun ini, pesantren membagikan ratusan paket daging kurban kepada warga sekitar. Hewan kurban berasal dari donasi para wali santri dan dermawan.
Baca Juga : Aksi Peduli Qurban PNM: Jalan Transformasi Ketaqwaan dan Kepedulian Sosial
Lantunan hafalan Quran yang terus terdengar selama proses pembagian daging pun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang menerima kurban. Selain mendapatkan daging, warga juga dapat menyaksikan kemampuan hafalan para santriwati secara langsung. (Saiful Mualimin)
Editor : JTV Kediri



















