JEMBER - Pertanian modern melalui sistem hidroponik semakin banyak dilirik masyarakat. Salah satunya di Zafran Agro Farm, Kecamatan Panti, Jember, yang membudidayakan selada varietas sonybel dengan metode tanpa tanah.
Dari pertanian ini, masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana proses budidaya selada sonybel dilakukan, mulai dari penyemaian benih, perawatan, hingga siap dipanen dan dipasarkan kepada konsumen.
Berbeda dengan pertanian konvensional, sistem hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Tanaman tumbuh dengan memanfaatkan air yang telah diberikan nutrisi sehingga lebih bersih, hemat lahan, dan pertumbuhannya dapat dikontrol secara lebih optimal.
Proses dimulai dari penyemaian benih selada sonybel pada media tanam khusus. Selama masa perkecambahan, kelembapan dan pencahayaan menjadi faktor penting agar bibit tumbuh sehat. Setelah berusia tujuh hingga sepuluh hari dan memiliki beberapa helai daun, bibit dipindahkan ke instalasi hidroponik.
Di instalasi hidroponik, tanaman mendapatkan asupan nutrisi melalui aliran air. Petani secara rutin memantau kadar nutrisi, pH air, serta menjaga kebersihan instalasi untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Dengan perawatan yang tepat, selada sonybel dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hingga 40 hari. Daunnya tampak hijau segar, renyah, dan memiliki kualitas yang baik.
Saat panen, tanaman dipilih berdasarkan ukuran dan kualitasnya. Setelah dipotong, selada dibersihkan, ditimbang, kemudian dikemas agar tetap segar saat didistribusikan kepada pelanggan.
Baca Juga : Delegasi 16 Negara Pelajari Pengelolaan Pertanian dan Perkebunan Berkelanjutan di Banyuwangi
Hasil panen Zafran Agro Farm dipasarkan langsung kepada konsumen, rumah makan, kafe, hingga reseller. Kualitas dan kesegaran menjadi prioritas agar produk yang diterima konsumen tetap terjaga.
Pemilik Zafran Agro Farm, Iin Indrawati, mengungkapkan tantangannya dalam menanam selada ini.
"Setelah dipindahkan, kurang lebih satu bulanan. Kalau cuaca panas bisa busuk akar," ujarnya.
Baca Juga : KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan
Budidaya hidroponik menjadi salah satu alternatif pertanian modern yang mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dengan proses yang lebih efisien. Selain memenuhi kebutuhan pangan sehat, metode ini juga membuka peluang bisnis yang menjanjikan. (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















