CHINA - Sebuah pemandangan yang tidak biasa berhasil menarik perhatian dunia internasional dan viral di media sosial. Alih-alih dipenuhi oleh iklan produk komersial atau wajah selebritas ternama, sejumlah ruang publik utama di berbagai kota di China justru menghadirkan poster dan wajah para ilmuwan.
Berdasarkan laporan Global Times yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) lalu, pemerintah China secara khusus memposisikan para ilmuwan dan periset nasional sebagai "tulang punggung negara" yang layak mendapatkan tempat tertinggi di masyarakat. Ruang-ruang publik termahal, mulai dari alun-alun kota, stasiun kereta bawah tanah, hingga jembatan layang, sengaja dialokasikan untuk menampilkan jasa serta rekam jejak para tokoh sains.

Beberapa tokoh besar yang wajahnya menghiasi sudut-sudut kota di antaranya adalah:
- Qian Xuesen: Bapak pendiri program luar angkasa China.
- Deng Jiaxian: Tokoh fisikawan nuklir penting di negeri tirai bambu.
- Yuan Longping: Ahli agronomi terkemuka yang berjasa besar dalam bidang pertanian.
- Yu Min: Fisikawan nuklir yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik pengembangan teknologi pertahanan China.
- Tu Youyou: Peraih penghargaan Nobel sekaligus penemu obat penting untuk penanganan penyakit malaria.
Sebagai contoh nyata pada Kamis (27/8/2026) lampau, poster raksasa yang menampilkan potret Qian Xuesen dan Deng Jiaxian tampak menghiasi stasiun kereta bawah tanah Convention and Exhibition Center di Zhengzhou, Provinsi Henan. Kebijakan ini menegaskan pesan kuat bahwa ketekunan dalam mencari ilmu dan eksplorasi ilmiah adalah hal utama yang patut dihormati.
Fenomena ini sontak menuai beragam respons positif dari warganet global maupun domestik. Banyak yang menilai bahwa para ilmuwan inilah yang seharusnya menjadi idola sejati bagi anak-anak muda guna menginspirasi generasi penerus. Langkah konsisten ini juga menunjukkan bahwa penghargaan terhadap sains di China bukanlah tren instan, melainkan sebuah tradisi berakar kuat yang telah mendarah daging selama ribuan tahun. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















