KOTA BATU - Satu persatu permasalahan pedagang di pasar induk Among Tani Kota Batu, akan diselesaikan paslon Walikota dan Wakil Walikota, Nurochman-Heli Suyanto apabila kelak mendapatkan amanah memimpin Kota Batu.
Salah satu persoalan dari banyaknya persoalan pedagang yang akan dirampungkan paslon Mbatu SAE adalah soal Surat Keputusan (SK) pedagang Pasar Induk Among Tani, yang hingga saat ini belum diterima.
Penyelesaian permasalahan SK tersebut menjadi salah satu prioritas Cak Nur-Heli yang dijanjikan ke pedagang.
Sebelumnya, sejumlah pedagang di pasar tiga lantai itu wadul ke Cak Nur--Heli, dimana mereka belum menerima SK meskipun telah menempati pasar satu tahun lamanya.
"Kami akan lakukan pemetaan, kios yang masih kosong yang mana. Kami akan kroscek kios yang kosong tersebut telah dimiliki orang atau masih benar-benar kosong," tutur Cak Nur, Selasa (15/10/2024).
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batu ini menyatakan, SK pedagang harus diberikan. Sebab melalui SK ini menjadi pegangan dan legalitas pedagang. Karena itu, dia berjanji apabila terpilih kelak, penyelesaian masalah SK jadi prioritas utama yang harus dirampungkan.
"SK ini merupakan hak pedagang. Sementara pemerintah berkewajiban untuk memberikan SK," tuturnya.
Meski masih berstatus calon, untuk penyelesaian SK pedagang, Cak Nur akan menjembatani pedagang agar bisa melakukan dengar pendapat dengan DPRD Kota dan Diskoperindag Kota Batu. Hal ini perlu segera dilakukan untuk menanyakan progres pengurusan SK Pedagang pasar Induk Among Tani.
"Jika kami terpilih, maka di tahun 2025, SK akan menjadi prioritas kami untuk diselesaikan dan diberikan ke seluruh pedagang," tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Nur juga menilai, Pasar Induk Among Tani Kota Batu secara umum sudah memiliki fasilitas bagus. Tetapi menurutnya, dalam prakteknya ketika ditempati pedagang, ada beberapa kios yang sepi.
Oleh karena itu, paslon Wong Mbatu Nyell mewacanakan adanya perusahaan daerah yang akan mengelola pasar tersebut. Nantinya perusahaan daerahlah yang akan mengelola pasar. Termasuk mencari solusi supaya kios-kios tidak sepi.
"Seperti di super market, ada manajerial yang mengatur pedagang, bagaimana akses yang memudahkan pembeli. Ini adalah tugas dari manajemen yang akan mengelola pasar," tutupnya.(*)
Editor : M Fakhrurrozi