PROBOLINGGO - Banjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai berangsur surut pada Minggu (18/1/2026). Meski demikian, genangan air masih terlihat di sejumlah desa terdampak.
Di Kecamatan Sumberasih, beberapa rumah di Desa Pesisir dan Desa Lemahkembar masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter pada Minggu pagi.
Sementara di wilayah yang sebelumnya terdampak paling parah, seperti Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, genangan air yang pada Sabtu malam mencapai 1,5 meter kini telah surut dan tidak lagi terlihat.

Seiring surutnya banjir, warga mulai membersihkan rumah dari material lumpur yang tersisa. Namun, banyak warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga saat banjir datang secara tiba-tiba.
“Semua tidak sempat diselamatkan. Barang-barang di dapur, magicom, televisi, kasur, hingga perabot rumah tangga terendam banjir. Banjir datang sangat cepat sehingga kami memilih menyelamatkan diri,” ujar Yunis, warga Desa Pesisir.
Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Hingga Minggu siang, sebagian warga terdampak mengaku belum menerima bantuan makanan siap saji maupun air bersih.
“Kami tidak bisa memasak. Mohon dibantu makanan yang bisa langsung dikonsumsi sampai kondisi kembali normal,” harap Muyasaro, warga Desa Pesisir lainnya.

Sementara itu, seiring surutnya banjir, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo juga menurunkan armada dan personel ke desa terdampak untuk membantu proses pembersihan sisa banjir. Petugas melakukan penyemprotan lumpur dan material sisa genangan di permukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan yang sebelumnya terendam, guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, banjir yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) merendam ratusan rumah warga di tujuh kecamatan, yakni Tongas, Sumberasih, Krejengan, Kraksaan, Maron, Gading, dan Besuk.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada pondok pesantren dan lahan pertanian, serta menyebabkan tanggul sungai di Kecamatan Krejengan jebol dan jembatan penghubung antar dusun di Desa Brani Wetan putus. (*)
Editor : A. Ramadhan



















