SURABAYA - Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-24 terus berjalan lancar dan tertib. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 14 Mei 2026 pukul 09.30 WIB, sebanyak 32.622 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 74 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Hingga 13 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 31.484 jemaah dan petugas dalam 83 kloter. Pada 14 Mei 2026, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.138 orang yang tergabung dalam Kloter SUB 84, SUB 85, dan SUB 86. Dengan demikian, total kumulatif pemberangkatan mencapai 32.622 orang.
Secara rinci, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 32.044 jemaah, 343 petugas, 126 PHD, dan 109 PIH KBIHU. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 15.181 orang merupakan jemaah laki-laki dan 17.441 orang perempuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan sesuai jadwal dengan koordinasi intensif lintas sektor.
“Alhamdulillah, hingga hari ini proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib dan lancar. Seluruh petugas terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman menuju Tanah Suci,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 137 mutasi keluar. Mutasi tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 27 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 2 jemaah hamil di asrama haji, 13 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 30 jemaah tunda dari daerah, 2 jemaah tunda melalui skema Mecca Route, 36 praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, dan 23 perpindahan kloter.
Sementara itu, PPIH juga melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong melalui mekanisme mutasi masuk sebanyak 79 orang yang terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 54 jemaah dari kloter lain. Dengan mekanisme tersebut, jumlah open seat hingga saat ini tercatat sebanyak 58 kursi.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 85 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat terdapat enam jemaah wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi selama masa operasional pemberangkatan haji tahun 2026.
Adapun daftar jemaah wafat di Arab Saudi sebagai berikut:
1. Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, wafat di Hotel Maysan Al Harithia Madinah pada 26 April 2026 karena acute respiratory failure.
2. Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, wafat di RS Al-Noor Makkah pada 7 Mei 2026 karena septic shock.
3. Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 Kota Malang, wafat di RS King Faisal Makkah pada 7 Mei 2026 karena cardiogenic shock.
4. Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 Kabupaten Lamongan, wafat di Mouwarat Hospital Madinah pada 8 Mei 2026 karena acute respiratory failure.
5. Mustika Rajim D (75 tahun), Kloter 47 Kabupaten Gresik, wafat di Al Haram Hospital Madinah pada 8 Mei 2026 karena cardiogenic shock.
6. Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 Kabupaten Jombang, wafat di RS King Faisal Makkah pada 9 Mei 2026 karena cardiogenic shock.
Sementara itu, satu jemaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56 tahun) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.
“Kami turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak tujuh orang yang terdiri atas lima jemaah sakit dan dua pendamping. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan serta menunggu ketersediaan kursi untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Pada fase pertama pemberangkatan, jemaah tertua Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menjadwalkan kedatangan lima kloter ke Asrama Haji pada 15 Mei 2026 dengan total 1.900 jemaah dan petugas yang berasal dari Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















