PROBOLINGGO - Banjir besar melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026) malam. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat selama berjam-jam. Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter di sejumlah titik.
Tujuh kecamatan yang terendam banjir meliputi Krejengan, Tongas, Sumberasih, Maron, Gading, Besuk, dan Kraksaan. Luapan air sungai dan tingginya curah hujan menyebabkan permukiman warga, pondok pesantren, serta lahan pertanian tergenang.
Sejumlah desa dilaporkan mengalami dampak paling parah. Di Dusun Bibis, Kecamatan Sumberasih, puluhan rumah warga terendam. Ketinggian banjir yang mencapai 1,5 meter membuat aktivitas warga lumpuh. Sementara di Desa Bayeman dan Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, air masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar satu meter.
Kondisi serupa terjadi di Desa Tanjung Sari dan Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan, di mana banjir merendam permukiman dan sejumlah pondok pesantren, memaksa santri dan pengelola menyelamatkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.
Baca Juga : Tinjau Spillway Sungai Tanggul Jember, Gubernur Khofifah Targetkan 1.046 Hektar Sawah Kembali Terairi
Selain permukiman, banjir juga menggenangi lahan pertanian warga, terutama sawah yang baru memasuki masa tanam, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak, termasuk lansia dan kelompok rentan, serta anak-anak, ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu dan bantuan warga setempat akibat sejumlah akses jalan tidak bisa dilalui.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor kepada petugas jika terjadi peningkatan debit air sungai atau kondisi darurat lainnya. (*)
Editor : A. Ramadhan



















