SURABAYA - Di sebuah gang sempit kawasan Bendul Merisi, Surabaya, sebuah warung bakso sederhana justru menjadi magnet bagi para pemburu kuliner menjelang sore. Berlokasi di Gang Besar Selatan No. 24, Kecamatan Wonocolo, Bakso Pak Pon kerap dijuluki pelanggan sebagai hidden gem kuliner di Surabaya Selatan karena lokasinya yang tersembunyi tanpa papan nama mencolok.
Warung ini mulai beroperasi pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Sejak buka, antrean pembeli yang terdiri dari mahasiswa, warga sekitar, hingga pekerja kantoran mulai mengular. Meski area warung terbatas, pelayanan di sini dikenal sangat cepat dan tertata.
Harga Rakyat, Kualitas Tetap Terjaga
Daya tarik utama Bakso Pak Pon adalah harganya yang sangat terjangkau. Dengan kisaran harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp25.000, pembeli dapat meracik isi mangkuk sesuai selera dan kondisi kantong.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
“Dari awal saya memang ingin menjual bakso yang bisa dinikmati semua kalangan. Harga murah bukan berarti mengorbankan kualitas. Yang penting rasa konsisten, bahan bersih, dan pembeli puas,” ujar Pak Pon, sang pemilik.
Variasi Menu yang Menggugah Selera
Soal pilihan menu, Bakso Pak Pon tergolong lengkap. Pelanggan bisa memilih bakso halus, bakso kasar, bakso jumbo, hingga varian isian seperti telur ayam, jamur, dan telur puyuh. Kuah baksonya tipikal bening dengan rasa gurih ringan yang tidak terlalu berlemak, membuatnya nyaman dinikmati kapan saja.
Baca Juga : Pererat Sinergi, Wisma Jerman Surabaya Buka Peluang Karier dan Studi bagi Generasi Muda Jatim
Menurut Pak Pon, variasi menu adalah strateginya untuk bertahan di tengah persaingan kuliner Surabaya yang ketat. “Sekarang orang maunya banyak pilihan. Jadi saya sediakan macam-macam, tapi tetap fokus pada kekuatan rasa kuah,” tambahnya.
Rina, salah satu mahasiswi pelanggan setia, mengaku sering mampir karena kecepatan pelayanannya. “Habis kuliah biasanya ke sini. Tidak perlu menunggu lama dan rasanya tidak pernah berubah meski lokasinya masuk ke dalam gang,” tuturnya.
Beradaptasi dengan Teknologi
Baca Juga : KH Imam Chambali: Ujian Hidup Bukan Hanya Saat Susah, Justru Seringkali Saat Senang
Meski mempertahankan konsep warung rumahan, Bakso Pak Pon tidak menutup diri dari perkembangan zaman. Selain melayani makan di tempat (dine-in) dan bungkus (take away), bakso ini juga telah tersedia di platform pesan antar daring seperti ShopeeFood.
“Kami ikut aplikasi karena banyak pembeli yang tidak sempat datang langsung. Ini sangat membantu memperluas jangkauan pelanggan hingga ke luar Bendul Merisi,” jelasnya.
Konsistensi di Tengah Arus Modernisasi
Baca Juga : Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, DPD PDI Perjuangan Jatim Santuni Ratusan Anak Yatim
Di tengah bermunculannya gerai bakso modern dan waralaba besar, Bakso Pak Pon tetap kokoh dengan konsep sederhananya. Pemiliknya meyakini bahwa kepercayaan pelanggan dibangun dari pengalaman rasa, bukan sekadar tampilan visual yang menarik.
Keberadaan Bakso Pak Pon membuktikan bahwa lokasi tersembunyi bukanlah hambatan. Kesederhanaan, konsistensi rasa, dan harga yang jujur tetap menjadi kunci utama untuk bertahan dan tetap dicari banyak orang di tengah keragaman kuliner Kota Surabaya. (Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















