Menu
Pencarian


Atasi Kemacatan Ketapang-Gilimanuk, DPR RI Kumpulkan Stakeholder Bahas Percepatan Pembangunan Dermaga

JTV Banyuwangi - Minggu, 12 Juli 2026 13:57
Atasi Kemacatan Ketapang-Gilimanuk, DPR RI Kumpulkan Stakeholder Bahas Percepatan Pembangunan Dermaga
Peningkatan infrastruktur dianggap krusial untuk mengatasi masalah kemacatan yang ada.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengumpulkan seluruh stakeholder dalam Rapat Koordinasi (Rakor), guna membahas percepatan peningkatan kapasitas dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.

Digelar di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, pada Sabtu (11 Juli 2026), rakor ini fokus mencari solusi konkret untuk mengurai kemacetan yang terus membayangi jalur penyeberangan Jawa–Bali.

Dalam pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono. Hadir pula Pengurus Gapasdap, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organda, Dinas Perhubungan Banyuwangi, Perwakilan Pemkab Jembrana, serta sejumlah instansi terkait.

"Kami melaksanakan rapat pada hari ini untuk antisipasi agar kemacetan yang ada di lintasan Ketapang-Gilimanuk, terutama antrean ini tidak memanjang seperti yang lalu-lalu," jelas Bambang Haryo Soekartono.

Baca Juga :   Gapasdap: Macet Ketapang Bukan Lagi karena Kekurangan Kapal, melainkan Kapasitas Dermaga

BHS, panggilan Bambang Haryo Soekartono, mengatakan, langkah awal harus ada sinkronasi antara kepelabuhanan, pemerintah, asosiasi perusahaan pelayaran untuk percepatan penanganan kemacetan ini. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, seluruh pihak sepakat jumlah dermaga dilintasan penghubung Jawa dan Bali ini memang kurang jika dibandingkan dengan jumlah kapal yang ada. 

Dijelaskannya, di lintasan Ketapang Gilimanuk terdapat 56 kapal. Setiap hari hanya ada 28 kapal yang beroperasi melayani penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Baca Juga :   Gapasdap Sebut Pembangunan Dermaga Ketapang-Gilimanuk Prioritas Utama Atasi Kemacetan

"Jadi kapal yang beroperasi tidak lebih dari 50 persen dari kapal yang ada," jelasnya.

Langkah awal yang dilakukan sebagai antisipasi adalah peningkatan kapasitas dermaga.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dermaga ini akan dilakukan oleh ASDP dalam waktu dekat. Peningkatan kapasitas akan dilakukan pada dua sisi dermaga yakni di Ketapang dan Gilimanuk.

Baca Juga :   Urai Kemacetan di Jalan Menuju Pelabuhan Ketapang, Prajurit TNI Diterjunkan

"Satu pasang dermaga akan direnovasi untuk meningkat kapasitasnya jadi 50 ton.

Dan ini setiap tahun akan ditambah pasang dermaga yang akan ditingkatkan kapasitasnya," tegasnya.

Selain itu, menurut BHS, upaya untuk mengurai kemacetan ini adalah pembangunan dermaga yang ada di Gilimanuk. Menurutnya, jumlah dermaga di Ketapang dan Gilimanuk tidak seimbang. Dermaga yang ada di Ketapang jumlahnya lebih banyak daripada di Gilimanuk. 

Baca Juga :   Keterbatasan Fasilitas Dermaga, Sebabkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang Tak Maksimal

"Jadi ini tadi sudah dibicarakan, antisipasinya tentu kita mencari alternatif atau tempat yang memang layak untuk bisa dibangun tambahan dermaga yang ada di Gilimanuk," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, sudah dibicarakan rencana penambahan satu dermaga untuk berpasangan dengan dermaga yang ada di Ketapang. Yaitu dermaga MB4 maupun dermaga yang ada di Bulusan. 

Baca Juga :   GAPASDAP Sebut Keterbatasan Dermaga Jadi Biang Antrean

"Untuk antisipasi dalam waktu jangka pendek maupun jangka menengah," ujarnya

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan, pihak ASDP sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Timur terkait rencana peningkatan kapasitas dermaga yang dimiliki ASDP dari kapasitas 35 ton menjadi kapasitas 50 ton.

"Tahun ini satu pasang, jadi yang di Ketapang dan juga pasangannya ada di Gilimanuk," jelasnya.

Peningkatan itu, kata Dia, akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Sehingga pada tahun depan dilakukan peningkatan kapasitas satu pasang dermaga dan tahun depannya lagi satu pasang.

"Jadi insya Allah tahun 2028 selesai tiga pasang itu menjadi (kapasitas) 50 ton sampai 80 ton," tegasnya.

Selain itu, menurut, Nyono, rencananya ASDP juga akan membangun jembatan akses dari dermaga LCM ke dermaga Bulusan. Saat ini, masih dalam proses perencanaan.

"Kalau dibuatannya masih belum bisa, karena kan sekarang masih proses perencanaan," ujarnya.

Ketua Umum DPD Gapasdap, Khoiri Soetomo, mengatakan, rapat hari ini tidak menghasilkan wacana. Tetapi merupakan action plan meeting yakni rapat yang memang langsung menuju kepada solusi penyelesaian kemacetan

Dia menegaskan, kondisi yang ada di lintasan Ketapang-Gilimanuk adalah masalah Jawa Timur ke Bali, ke NTB, ke NTT. Menurutnya, masalah ini merupakan extraordinary problem. 

"Jadi tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa," tegasnya.

Dia menegaskan, di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini tidak kekurangan kapal. Total ada 56 kapal di lintasan ini yang beroperasi setiap hari hanya 28 kapal. Karena yang terjadi adalah kekurangan infrastruktur.

"Karena yang terjadi adalah kelebihan kapal. Setiap hari yang beroperasi 28 kapal, masih ada sisa 28," ujarnya

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.