KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi ancaman kekeringan yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pada musim kemarau ini. Langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyiapkan puluhan tandon air bersih berkapasitas besar.
Sebanyak 50 unit tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter telah disiapkan untuk membantu masyarakat yang berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"BPBD sudah menyiapkan tandon air dari BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah Kabupaten Kediri," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno.
Tandon-tandon air tersebut akan ditempatkan pada titik-titik strategis, terutama di daerah yang masuk dalam kategori rawan kekeringan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih selama musim kemarau, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal.
Baca Juga : Meski Kemarau Normal, BPBD Sumenep Siaga Antisipasi Kekeringan
Joko menekankan bahwa kesiapan ini tidak hanya untuk wilayah Kediri. "Jika memang di daerah lain (dalam provinsi) ada kekeringan, tandon air yang sudah disiapkan bisa dipergunakan untuk daerah lainnya," tambahnya, menunjukkan prinsip gotong royong dalam penanggulangan bencana.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif dan efisien, BPBD tidak bekerja sendiri. Terjalin kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini mencakup aspek teknis penempatan, distribusi, hingga menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan.
BPBD Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat untuk turut serta berperan aktif. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan air secara bijak dan tidak boros. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tandon air yang disediakan jika benar-benar membutuhkan.
Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan dampak buruk dari kekeringan, terutama krisis air bersih, dapat diminimalisir dan ketahanan masyarakat Kabupaten Kediri dalam menghadapi bencana menjadi lebih kuat. (Muhammad Zainurofi)
Editor : JTV Kediri