KOTA BATU - PortalJTV – Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Batu mulai bergeser dari pola lama. Tidak hanya mengandalkan penyuluhan, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kini turun langsung melakukan pendampingan kesehatan berbasis lingkungan terkecil melalui program RT Sehat.

Program percontohan atau pilot project ini resmi dimulai di RT 4 RW 11 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, dengan menyasar sekitar 50 warga, Jumat (24/7/2026) sore. Selama tiga bulan ke depan, warga akan mendapatkan berbagai intervensi kesehatan secara intensif agar mampu mengenali, mencegah, hingga mengendalikan masalah kesehatan secara mandiri.

Pemegang Program Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batu, Zuhriyyatul Haq, SKM, menjelaskan bahwa konsep utama RT Sehat bukan hanya memberikan layanan kesehatan sesaat, melainkan membentuk sebuah lingkungan yang memiliki kemampuan menjaga kesehatannya sendiri.

“Kegiatan RT Sehat merupakan kegiatan pembentukan sebuah RT agar dapat meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri,” ujar Zuhriyyatul.

Ia menyebut, selama tiga bulan pelaksanaan, warga akan mendapatkan berbagai pendampingan setiap hari Selasa dan Jumat. Intervensi yang diberikan mencakup pemeriksaan penyakit tidak menular hingga perubahan perilaku hidup sehat.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan setiap hari Selasa dan Jumat dengan delapan intervensi meliputi skrining TBC, tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining kesehatan jiwa, aktivitas fisik, Demam Berdarah, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi seimbang, serta penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” jelasnya.

Agar program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, Dinkes Kota Batu membagi agenda RT Sehat dalam dua fokus utama setiap pekan.
Pada hari Selasa, kegiatan diarahkan pada deteksi dini kondisi kesehatan warga. Masyarakat akan menjalani skrining mulai dari pemeriksaan TBC, tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga kesehatan jiwa.
Sementara pada hari Jumat, kegiatan lebih menekankan pada perubahan perilaku masyarakat melalui aktivitas fisik bersama, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), edukasi gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, hingga penerapan PHBS.

“RT Sehat ini intinya adalah intervensi yang turun langsung ke masyarakat. Kita mencoba membuat percontohan satu RT yang diberikan berbagai macam intervensi kesehatan,” terang Zuhriyyatul.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan warga sekaligus mengendalikan penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat.
“Untuk TBC, bagaimana kita memutus mata rantai penularannya. Sedangkan untuk gula darah, kolesterol, dan hipertensi, harapannya kondisi mereka bisa lebih terkontrol,” imbuhnya.

Pemilihan RT 4 RW 11 Kelurahan Temas sebagai lokasi pilot project bukan dilakukan secara acak. Dinkes Kota Batu menyebut lokasi tersebut dipilih berdasarkan pemetaan data kesehatan yang menunjukkan masih adanya indikator yang perlu ditingkatkan.
“Kita mengambil contoh berdasarkan data, bukan random. Kebetulan di Kelurahan Temas ini untuk beberapa intervensi kesehatan yang kita berikan memang datanya masih sedikit kurang dari standar, sehingga kita jadikan pilot project bagaimana yang kurang ini bisa meningkat,” ungkap Zuhriyyatul.
Melalui program ini, Dinkes menargetkan seluruh warga di wilayah sasaran mendapatkan skrining kesehatan secara menyeluruh.
Target 100 persen skrining tersebut dinilai penting untuk mengetahui persoalan kesehatan yang paling dominan sekaligus mempercepat penanganan.
“Misalnya untuk screening kesehatan, harapannya 100 persen orang di area tersebut sudah terscreening. Jadi kita tahu masalah kesehatan mereka apa yang paling tinggi,” katanya.
“Untuk TBC juga begitu, kita ingin tahu mana yang terindikasi, mana kontak eratnya, sehingga penanganannya bisa lebih tepat,” tambahnya.
Program RT Sehat juga menjadi strategi Dinkes Kota Batu dalam menghadapi tantangan penemuan kasus penyakit, khususnya Tuberkulosis (TBC). Selama ini, investigasi kontak masih menghadapi kendala karena sebagian masyarakat merasa sehat atau khawatir terhadap stigma penyakit tersebut.
Dengan skrining menyeluruh, warga yang memiliki risiko maupun kontak erat penderita TBC dapat segera diketahui dan mendapatkan tindak lanjut, termasuk pencegahan penularan lebih luas.
Selain TBC, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga menjadi perhatian. Pemeriksaan rutin tekanan darah serta gula darah diharapkan mampu mencegah komplikasi serius akibat penyakit kronis yang sering tidak disadari masyarakat.
Dinkes Kota Batu berharap keberhasilan pilot project di Temas dapat menjadi model pengembangan RT Sehat di wilayah lain.
Dengan menggabungkan pendekatan medis, edukasi perilaku, serta kepedulian lingkungan yang sudah tumbuh di Kelurahan Temas, program ini ditargetkan mampu melahirkan lingkungan masyarakat yang bukan hanya sehat, tetapi juga mandiri menjaga kesehatannya.(ADV)(Rafli).
Editor : JTV Malang



















