PROBOLINGGO - Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo kembali merangkak naik setelah libur sekolah berakhir dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Dalam lebih dari dua pekan terakhir, harga ayam ras pedaging yang sempat turun kini telah menembus Rp38 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Baru Probolinggo, Rabu (29/7/2026) pagi, para pedagang menjual daging ayam broiler dengan harga sekitar Rp38 ribu per kilogram. Harga tersebut naik cukup tajam dibanding saat masa libur sekolah, ketika ayam broiler hanya dijual Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.
Mistia, salah seorang pedagang daging ayam broiler di Pasar Baru Probolinggo, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026. Menurutnya, harga terus naik secara bertahap antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram setiap hari.
"Sejak sekolah mulai masuk lagi, harga ayam terus naik sedikit demi sedikit. Sekarang sudah mencapai Rp38 ribu per kilogram. Waktu libur sekolah sempat turun sampai sekitar Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram," ujar Mistia.
Baca Juga : Memasuki Hari Ke-14 Ramadan, Harga Ayam Bertahan Rp48 Ribu per Kilogram
Mistia menduga kenaikan harga tidak lepas dari meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis kembali aktif.
"Kemungkinan karena kebutuhan ayam untuk Program Makan Bergizi Gratis kembali banyak. Dapur penyedia membeli ayam dalam jumlah besar sehingga harga di pasar ikut terdongkrak," katanya.
Akibat harga yang terus naik, jumlah pembeli di lapaknya mengalami penurunan. Menurutnya, sebagian besar pembeli yang masih datang hanyalah pelanggan tetap, pedagang kuliner, maupun warga yang memiliki kebutuhan untuk hajatan.
"Kalau pembeli rumah tangga sekarang berkurang. Yang masih beli biasanya pelanggan, pedagang makanan, atau untuk acara hajatan," tambahnya.
Pedagang lainnya, Abdul Aziz, mengaku kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya ramai. Meski aktivitas perdagangan tetap berjalan, tingginya harga membuat masyarakat memilih mengurangi pembelian.
"Dibilang sepi ya ramai, dibilang ramai juga tidak ada yang beli. Kondisinya seperti itu sekarang," ujar Abdul Aziz.
Ia mengaku hanya bisa mengikuti kondisi pasar yang ada. Namun, dirinya berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah agar harga kembali stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat.
"Saya pasrah saja dengan kondisi yang ada. Harapan saya harga ayam bisa kembali stabil supaya pembeli bergairah lagi. Kalau harganya mahal, pasti masyarakat berpikir dua kali untuk membeli," ungkapnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan daging ayam di pasaran. Mereka khawatir jika harga terus meningkat, penjualan akan semakin menurun dan berdampak pada pendapatan pedagang maupun daya beli masyarakat. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















