TULUNGAGUNG - Sebanyak 84 kios di depan Stasiun Tulungagung mulai dibongkar PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pengosongan tersebut menjadi tahap awal rencana penataan dan pengembangan kawasan stasiun agar lebih tertata serta mendukung akses penumpang.
Pembongkaran berlangsung pada Rabu siang (12/8). Deretan kios yang selama ini memenuhi area depan stasiun mulai dikosongkan setelah sebagian besar pedagang menyelesaikan masa kontrak dengan PT KAI.
Sementara bagi sejumlah pedagang yang masa kontraknya belum berakhir, PT KAI memberikan kompensasi. Proses pembongkaran berlangsung kondusif dengan sebagian pemilik atau penyewa memilih membongkar bangunannya secara mandiri.
PT KAI turut membantu proses pembongkaran terhadap bangunan yang masih membutuhkan penanganan. Setelah kawasan sepenuhnya kosong, area tersebut akan dipagari sebelum masuk tahap penataan.
Baca Juga : Presiden Prabowo Soroti Rumah Radio Bung Tomo, Momentum Penuntasan Skandal Cagar Budaya Surabaya
Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pengosongan kios merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan Stasiun Tulungagung.
“Ini tahap awal penataan kawasan stasiun. Setelah kosong, akan dilakukan pemagaran dan penataan lebih lanjut,” ujar Tohari.
Dalam rencana pengembangan tersebut, kawasan depan stasiun akan dilengkapi akses jalan yang lebih lebar, lahan parkir yang memadai, serta area drop zone untuk kendaraan pengantar dan penjemput penumpang.
Meski demikian, PT KAI belum memastikan kapan keseluruhan proyek penataan tersebut dimulai maupun target penyelesaiannya.
Para pedagang lama juga tetap menjadi perhatian. PT KAI menyebut mereka akan diprioritaskan untuk mendapatkan ruang berdagang apabila kawasan baru tersebut nantinya telah selesai dikembangkan.
Penataan ini diharapkan dapat membuat kawasan depan Stasiun Tulungagung lebih tertib, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para penumpang. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















