KEDIRI - Ratusan warga bersama Pemerintah Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di Sungai Kedak, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Jumat (26/6), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Selain mengangkat sampah dari aliran sungai, peserta juga melepas sekitar 1.000 bibit ikan tawes sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, komunitas lingkungan, akademisi, pelajar, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan aksi bersih sungai merupakan tindak lanjut dari ekspedisi sungai yang sebelumnya dilakukan di enam titik di wilayah Kota Kediri.
Hasil pemantauan menunjukkan seluruh lokasi yang disurvei mengalami pencemaran dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai kategori sedang hingga berat. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat langkah pemulihan lingkungan.
Baca Juga : Modus Cari Kos-Kosan, Pelaku Curanmor di Kediri Ditangkap Polisi
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain membersihkan sampah, pelepasan sekitar 1.000 bibit ikan tawes dilakukan sebagai upaya mengembalikan keseimbangan ekosistem perairan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Baca Juga : Sport Tourism Ala KONI Kota Kediri, Official Taekwondo Diajak Blusukan ke Sentra Tenun Ikat Bandar Kidul
Menurutnya, keterlibatan sekitar 700 peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Aksi bersih Sungai Kedak diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjaga kelestarian sungai di Kota Kediri. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas untuk terus berkolaborasi menjaga kualitas lingkungan serta mencegah pencemaran sungai di masa mendatang. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri


















