Menu
Pencarian

5 Fakta Unik Harimau Cacat yang Kini Menjadi Orang Tua

Portaljtv.com - Selasa, 19 Mei 2026 11:36
5 Fakta Unik Harimau Cacat yang Kini Menjadi Orang Tua
Pasangan Harimau Sumatera penyintas jerat pemburu di Lampung (Foto: Instagram/@republikindonesia

LAMPUNG - Kabar menggembirakan datang dari Lampung. Dua anak harimau Sumatera lahir di Taman Satwa Lembah Hijau pada 14 Februari 2026. Kelahiran ini langsung menjadi perhatian publik karena bukan sekadar penambahan populasi satwa langka, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan yang menyentuh.

Dua bayi harimau tersebut lahir dari pasangan induk bernama Kyai Batua dan Sinta. Yang membuat kisah ini begitu spesial, keduanya merupakan penyintas jerat pemburu liar. Kyai Batua kehilangan kaki depan kanannya setelah terkena jerat di Lampung Barat pada 2019, sementara Sinta harus diamputasi kaki belakang kanannya akibat jerat di Bengkulu pada 2024.

Meski hidup dengan keterbatasan fisik, keduanya berhasil berkembang biak dan melahirkan dua anak harimau sehat. Banyak pegiat konservasi menyebut kelahiran ini sebagai simbol harapan baru bagi pelestarian harimau Sumatera di Indonesia.

Kelahiran tersebut juga menjadi momen penting karena disebut sebagai kelahiran harimau Sumatera pertama secara ex-situ di Provinsi Lampung, yakni proses perkembangbiakan yang dilakukan di luar habitat alami melalui program konservasi terkontrol.

Baca Juga :   Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lampung, Jadi Kelahiran Pertama Secara Ex Situ

Program ini merupakan bagian dari Global Species Management Plan (GSMP) yang melibatkan Kementerian Kehutanan, dokter hewan, hingga pengelola konservasi satwa. Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan genetik harimau Sumatera yang kini berstatus Critically Endangered atau kritis menurut daftar konservasi internasional.

Selain kisah perjuangan induknya, ada beberapa fakta unik yang membuat kelahiran dua bayi harimau ini semakin menarik perhatian publik.

Fakta-fakta unik dua anak harimau Sumatera di Lampung

1. Lahir tepat di Hari Valentine

Dua bayi harimau ini lahir pada 14 Februari 2026 atau bertepatan dengan Hari Valentine. Banyak netizen menganggap momen tersebut simbolis karena lahir dari pasangan penyintas yang sama-sama pernah terluka akibat ulah manusia.

2. Induknya sama-sama korban jerat pemburu

Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi sorotan karena keduanya berhasil bertahan hidup setelah mengalami amputasi akibat jerat ilegal. Kondisi ini jarang terjadi pada satwa liar, apalagi hingga berhasil berkembang biak.

3. Jadi simbol keberhasilan konservasi

Kelahiran ini dinilai membuktikan bahwa satwa penyintas tetap memiliki peluang hidup dan berkembang biak apabila mendapatkan penanganan konservasi yang tepat.

4. Viral di media sosial

Video dan foto bayi harimau tersebut ramai dibagikan di media sosial. Banyak warganet menyebut kisah ini sebagai “harapan yang lahir dari luka”.

5. Kandang dibuat menyerupai habitat asli

Pengelola konservasi menyiapkan lingkungan khusus yang dibuat mirip habitat alami hutan Sumatera agar induk dan anak harimau tetap menunjukkan perilaku alaminya.

Saat ini kondisi kedua anak harimau dilaporkan sehat dan masih dalam pengawasan intensif tim dokter hewan. Publik pun berharap kisah Kyai Batua dan Sinta dapat menjadi pengingat penting tentang bahaya jerat liar sekaligus pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia. (Amellia Ciello)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.