Program "Infone Warga" yang tayang di JTV pada Kamis (14/05/26) kembali menghadirkan berbagai laporan dan keluhan masyarakat dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Mulai dari kondisi pasar yang membahayakan, aksi buang sampah sembarangan, serangan hama tikus yang merugikan petani, hingga kasus pencurian yang terekam kamera CCTV.
Laporan pertama datang dari Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Warga mengeluhkan kondisi atap pasar yang jebol dan dinilai membahayakan pedagang maupun pengunjung. Selain mengganggu aktivitas jual beli, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan korban apabila tidak segera diperbaiki.
“Kalau dari atas seperti ini bahaya. Takutnya kalau angin kencang gentengnya jatuh dan mengenai warga,” ujar pembawa acara Bryan Saputra saat membahas kondisi pasar tersebut.
Masih dari Jember, warga Kecamatan Mumbulsari juga mengeluhkan maraknya pembuangan sampah liar di area pinggir jalan dan persawahan. Tumpukan sampah rumah tangga ditemukan pada pagi hari dan diduga dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab saat dini hari.
Keluhan lain datang dari para petani jagung di Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Mereka mengaku mengalami kerugian akibat tanaman jagung yang diserang hama tikus selama tiga musim panen berturut-turut. Salah satu petani, Ryan, menyebut kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah.
“Kerugian bisa ditaksir sekitar tiga sampai lima juta rupiah,” kata Ryan saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ryan juga mengaku hingga kini para petani belum mendapatkan penanganan serius terkait serangan hama tikus yang semakin meresahkan. “Sudah tiga periode gagal panen gara-gara hama tikus,” ungkapnya.
Fenomena serupa juga dilaporkan warga di Madiun. Dalam tayangan video yang beredar, tikus terlihat berkeliaran di area permukiman dan persawahan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena dianggap dapat mengganggu kesehatan serta merusak hasil pertanian.
Menanggapi kondisi tersebut, Brian Saputra meminta masyarakat untuk segera melapor kepada pihak terkait agar mendapat penanganan lebih lanjut.
“Kalau ada kejadian seperti ini, monggo lapor ke kelurahan, RT, RW atau dinas terkait supaya segera ada tindakan,” ujarnya.
Di sisi lain, warga Kabupaten Malang dan Magetan digegerkan dengan penemuan ular piton berukuran besar di area kebun tebu dan permukiman warga. Ular tersebut diduga keluar dari habitatnya untuk mencari mangsa, bahkan memangsa hewan ternak milik warga.
Tak hanya persoalan lingkungan dan pertanian, program ini juga menyoroti sejumlah kasus pencurian yang terekam CCTV. Mulai dari pencurian ayam Bangkok di Jember, tabung LPG dan peralatan jualan di Malang, hingga pencurian helm di Surabaya dan Lumajang.
“Sekarang zamannya sudah canggih, CCTV ada di mana-mana. Jadi pikir-pikir lagi kalau mau berbuat kriminal,” tegas Bryan Saputra.
Melalui program Infone Warga, masyarakat diajak aktif melaporkan berbagai kejadian di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti pihak terkait. Program ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi warga terkait persoalan sosial, lingkungan, keamanan, dan fasilitas umum di Jawa Timur. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















