MALANG - Tim Gegana Unit Jibom Brimob Polda Jatim bersama tim laboratorium forensik Polda Jatim dan Inafis Polres Batu, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP) di lokasi terjadinya ledakan di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang Minggu (12/3/23). Setelah enam jam melakukan penyisiran dan olah TKP, polisi akhirnya berhasil mengungkap bahwa penyebab ledakan akibat petasan.
Terdapat 16 barang bukti yang didapatkan dari hasil olah TKP, diantaranya 2 kilogram bubuk bahan dasar petasan yang dikemas dalam 4 kantong plastik, 4 buah kembang api, hingga sendok kecil yang diduga sebagai alat penakar.
Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsudin mengatakan, tim Unit Jibom Polda Jatim dan tim Labfor Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian ledakan di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Dari hasil olah TKP itu, ditemukan barang bukti bubuk petasan di titik lokasi ledakan.
"Kalau serbuknya yang kami temukan ada empat kantong. Diperkirakan satu kantong itu 500 gram atau sekitar 2 kilogram. Selain itu kami juga menemukan beberapa mercon, kembang api, sendok kecil di lokasi kejadian. Seluruhnya saat ini sudah dibawa oleh petugas untuk diamankan," ungkapnya.
Baca Juga : 2 Kilogram Bahan Baku Petasan Ditemukan Polisi Saat Olah TKP
Sedangkan untuk pusat ledakan, lanjutnya, berasal dari ruang tamu pada bagian tengah. Di lokasi itu, turut ditemukan dua titik ledakan.
"Pertama berdiameter 50 centimeter, dengan kedalaman 11 centimeter, serta yang kedua berdiameter 49 centimeter, dengan kedalaman 11,5 centimeter. Diduga korban meninggal dunia dalam posisi membuat petasan," katanya.
Oskar menambahkan, pasca peristiwa ini, pihaknya akan mengamankan barang bukti untuk diperiksa di Labfor Polda Jatim. Hal itu guna mengetahui penyebab pasti terjadinya ledakan.
"Barang bukti akan dibawa ke labfor Polda Jatim untuk mengetahui terjadinya ledakan, apakah karena bahan baku petasan tersulut api atau karena putung rokok maupun kepastian lainnya. Hasilnya nanti akan keluar 14 hari lagi dan akan diumumkan," tandasnya.
Reporter: Rafli Firmansyah
Editor: Vita Ningrum