KEDIRI - Ratusan peternak ambil bagian dalam kontes ternak yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Selasa (5/5). Ajang ini tak sekadar lomba, tetapi juga upaya mendongkrak ekonomi sekaligus menjaga kualitas ternak menjelang Idul Adha.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) itu diikuti 134 ekor sapi dari berbagai wilayah. Kontes ini menjadi yang pertama digelar kembali sejak terakhir kali pada 2019, setelah sempat vakum akibat pandemi dan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyebut, bangkitnya kontes ternak menjadi indikator membaiknya sektor peternakan. Bahkan, saat ini kondisi kesehatan ternak di Kediri dinyatakan bebas PMK.
“Ini menunjukkan peternakan kita mulai pulih. Sekarang bahkan sudah zero PMK,” ujarnya.
Kontes ternak ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan promosi potensi ternak lokal, khususnya sapi potong. Total populasi sapi potong di Kabupaten Kediri sendiri mencapai sekitar 215 ribu ekor.
Panitia menyiapkan 10 kategori perlombaan. Salah satu yang menjadi fokus adalah sapi Peranakan Ongole (PO) sebagai plasma nutfah unggulan Indonesia.
Selain itu, ada pula kategori sapi hasil persilangan atau inseminasi buatan (IB) yang menjadi bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas genetik ternak. Kategori sapi ekstrem dengan bobot besar hasil perawatan optimal juga menarik perhatian pengunjung.
Salah satu peserta, Jamiin, mengaku senang dengan digelarnya kembali kontes ini. Menurutnya, ajang tersebut menjadi motivasi bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Dengan digelarnya kontes ternak ini, pemerintah daerah berharap sektor peternakan semakin bergeliat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama menjelang momentum Idul Adha. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















