Trauma mata merupakan salah satu penyebab terbesar kebutaan. Sedikitnya 30.000 trauma mata terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya. Meski terlihat sepele, cedera mata bisa berdampak serius terhadap kemampuan penglihatan bila tidak ditangani dengan tepat. Hal ini sebenarnya sangat bisa dicegah dengan pemakaian pelindung mata yang baik.
Apa Itu Trauma Mata?
Trauma mata adalah cedera pada struktur mata akibat benturan, tekanan, atau dampak langsung dari benda keras. Dalam olahraga biasanya terjadi ketika bola, raket, atau anggota tubuh lawan mengenai area mata dengan kekuatan tinggi. Keparahan dan jenis luka tergantung ukuran, kecepatan, dan kekerasan objek yang mengenai mata. Cedera semacam ini bisa melibatkan kelopak mata, lapisan jernih pada permukaan bola mata (kornea), retina, bahkan saraf optik dan struktur dalam bola mata.
Benda yang berukuran lebih kecil dari rongga mata akan memberikan tekanan langsung ke bola mata sedangkan yang berukuran lebih besar dari rongga mata akan menyebabkan fraktur atau patah tulang sekitar mata. Tulang yang fraktur ini akan menyebabkan penampakan kedua mata yang tidak simetris. Otot mata yang bertanggung jawab menggerakkan bola mata dapat terjebak di patahan tulang dan menyebabkan nyeri saat melirik atau penglihatan ganda karena posisi kedua bola mata tidak sejajar.
Olahraga yang menggunakan benda dengan kecepatan tinggi seperti basket, sepak bola, baseball, dan tenis merupakan olahraga dengan risiko tinggi terjadi trauma mata.
Jenis-jenis trauma mata yang dapat terjadi pada olahraga
- Trauma tumpul yang dapat disertai perdarahan di dalam mata, luka memar di kelopak mata atau kulit sekitar mata, patah tulang sekitar mata, sampai kelainan pada saraf optic
- Abrasi kornea: luka pada permukaan bola mata
- Lepasnya lapisan saraf retina yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera diobati
- Katarak traumatika
- Trauma tembus mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen
Bagaimana Cara Mencegah Trauma Mata Saat Olahraga?
Banyak orang percaya kacamata biasa atau lensa kontak dapat melindungi mata saat olahraga. Lensa pada kacamata biasa dapat pecah akibat benturan, menyebabkan luka tembus pada bola mata, sedangkan lensa kontak sama sekali tidak melindungi mata.
Setiap cabang olahraga memiliki jenis kacamata pelindung yang direkomendasikan secara khusus, tatapi semua kacamata olahraga sebaiknya terbuat dari lensa polikarbonat.
Polikarbonat adalah plastik tahan benturan tinggi yang dapat memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet. Lensa ini 10 kali lebih tahan benturan daripada plastik lainnya.
Meskipun kacamata pelindung tidak dapat mencegah setiap cedera, penggunaan pelindung mata yang tepat dapat mengurangi tingkat keparahan cedera mata.
Beberapa hal penting untuk memastikan kacamata dapat melindungi secara maksimal:
- Selalu periksa bingkai kacamata sebelum digunakan. Lensa yang tergores atau retak mengurangi ketahanan terhadap benturan dan harus segera diganti
- Gunakan tali pengikat.
- Gunakan pada suhu ruang. Jika kacamata disimpan pada suhu dingin, tunggu sampai kembali ke suhu ruang sebelum digunakan. Ketahanan pada benturan dapat berkurang pada suhu ekstrem.selalu simpan dalam wadah yang disediakan saat tidak digunakan.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi trauma mata saat olahraga?
- Jangan mencoba menangani sendiri atau mengeluarkan sesuatu dari mata
- Jangan menyentuh, menggosok, atau menekan mata karena dapat memperparah luka
- Jangan memberikan obat-obatan kedalam mata termasuk tetes atau salep
- Segera datang ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis dini dapat mengarah pada pengobatan yang tepat. Jika tidak diobati, dapat terjadi gangguan serius pada mata atau penglihatan.
Trauma pada mata dapat menyebabkan konsekuensi seumur hidup termasuk gangguan penglihatan sampai kebutuhan akan pembedahan mata. Melihat peningkatan popularitas padel dan meningkatnya cedera mata terkait olahraga maka kacamata pelindung menjadi rekomendasi wajib untuk melindungi mata dari risiko cedera mata. (*)


















