Tahun 2016 kerap disebut sebagai salah satu era emas drama Korea (drakor). Pada masa itu, drakor tidak hanya menjadi tontonan pengisi waktu luang, tetapi juga menjadi fenomena budaya yang membentuk selera penonton hingga hari ini. Judul-judul seperti Goblin, Descendants of the Sun (DOTS), dan Legend of the Blue Sea bukan sekadar populer, melainkan meninggalkan jejak emosional yang kuat di hati pemirsa.
Di tengah gempuran ratusan judul baru setiap tahunnya, drakor rilisan 2016 justru kerap dirindukan. Banyak penonton menilai romansa pada era tersebut terasa lebih “hidup” dan membekas dibandingkan drama-drama terbaru. Hal ini juga tercermin dari unggahan seorang warganet di TikTok yang mengungkapkan kerinduannya terhadap nuansa drakor lama.
“Dulu drakor tuh vibes romance-nya berasa banget, nggak tahu kenapa sekarang kayak kurang aja romance-nya,” tulis akun tersebut.
Goblin dan Romansa Fantasi yang Ikonik
Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) menjadi salah satu drama paling berpengaruh pada masanya. Kisah cinta antara makhluk abadi dan manusia ini dibalut dengan dialog puitis, sinematografi megah, serta musik latar (original soundtrack) yang hingga kini masih sering diputar ulang. Karakter Kim Shin dan Ji Eun-tak bukan hanya sekadar pasangan drama, tetapi menjadi simbol romansa melankolis yang sulit ditiru. Tak sedikit penonton yang menyebut Goblin sebagai standar baru drama fantasi romantis Korea.
Descendants of the Sun dan Emosi di Tengah Konflik
Sementara itu, Descendants of the Sun menghadirkan romansa di tengah medan konflik dan bencana kemanusiaan. Hubungan Kapten Yoo Shi-jin dan Dokter Kang Mo-yeon terasa kuat karena dibangun lewat dialog yang cerdas, pengorbanan, dan rintangan jarak. Drama ini juga dikenal lewat deretan OST yang ikonik.
Seorang pengguna TikTok menilai bahwa kekuatan tersebut jarang ditemukan secara utuh di tahun-tahun berikutnya. “Sebenarnya banyak drakor bagus di tahun-tahun lain, tapi cuma di tahun 2016 yang semuanya legend, sampai ke OST-nya juga,” tulisnya.
Legend of the Blue Sea dan Dongeng Modern
Legend of the Blue Sea menawarkan romansa fantasi dengan sentuhan komedi dan dongeng modern. Kisah putri duyung dan reinkarnasi ini terasa ringan, namun tetap emosional dan berkesan. Meski mengusung konsep fantasi, ceritanya dinilai sederhana, mengalir, dan tidak dipaksakan—sebuah ciri khas yang kerap dirindukan dari drakor era 2016.
Mengapa 2016 Terasa Spesial?
Bagi banyak penonton, drakor 2016 memiliki keunggulan pada narasi yang terasa segar, tidak terburu-buru, dan tidak pasaran. “Best K-drama itu ada di 2016. Sampai sekarang saja masih nonton drakor yang di tahun itu karena ceritanya masih fresh banget, ditambah nggak pasaran,” ungkap salah satu penonton. Ia juga mengaku bahwa tahun 2016 menjadi awal perjalanannya mengenal gelombang budaya Korea tersebut.
Nostalgia drakor 2016 bukan hanya soal cerita cinta atau visual indah, tetapi juga tentang momen emosional yang dirasakan penonton; mulai dari menunggu episode baru setiap pekan hingga menghafal lirik lagu temanya. Goblin, Descendants of the Sun, dan Legend of the Blue Sea menjadi bukti bahwa drakor tidak harus sempurna untuk dikenang. Cukup dengan cerita yang tulus dan emosi yang jujur, drama-drama tersebut tetap hidup dalam ingatan, bahkan hampir satu dekade kemudian. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















