PASURUAN - Suasana di perbatasan Desa Kalirejo dan Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, mencekam pada Rabu (4/2/2026) malam hingga Kamis dini hari. Ratusan massa nelayan dari Desa Kalirejo sempat hendak melakukan serangan balasan ke Desa Ngemplakrejo pasca-insiden pembakaran perahu nelayan di pelabuhan.
Beruntung, kemarahan massa berhasil diredam oleh kesiapsiagaan aparat TNI dan Polri. Guna mengantisipasi bentrokan meluas, pasukan dari Brimob Polda Jatim, Polres Pasuruan Kota, hingga bantuan personel dari Polres Probolinggo Kota disiagakan di titik-titik perbatasan antar-desa.
Mediasi di Tengah Konflik
Konflik ini dilaporkan mengakibatkan dua orang nelayan mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan punggung. Ketegangan diduga kuat dipicu oleh sengketa perebutan wilayah tangkap ikan yang sudah berlangsung lama antara nelayan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, dengan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.
Baca Juga : Dipicu Rebutan Wilayah Tangkap, Ratusan Nelayan di Pasuruan Nyaris Bentrok Susulan
Untuk mendinginkan suasana, Wali Kota Pasuruan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur TNI-Polri segera melakukan mediasi cepat di lokasi kejadian.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho, menegaskan bahwa kehadiran personel gabungan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan memastikan kesalahpahaman tidak berbuntut panjang.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan dukungan Pemkot, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Fokus kami adalah menyelesaikan konflik ini sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman di lapangan," tegas AKBP Titus Yudho.
Baca Juga : BMKG Imbau Waspada Pasang Air Laut Maksimum di Pesisir Jawa Timur pada 22–27 Juli
Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa kedua belah pihak telah duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Hasil mediasi menyepakati bahwa persoalan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami duduk di satu meja untuk mencari solusi bersama. Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan tanggung jawab bersama,” tutur Adi Wibowo di lokasi kejadian.
Baca Juga : DPR RI Dorong Peningkatan Fasilitas SAR dan Pembenahan Infrastruktur Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk
Hingga saat ini, satu kompi Brimob yang terdiri dari dua pleton Brimob Porong dan Brimob Medaeng masih disiagakan di lokasi untuk memantau situasi. Meski kondisi mulai kondusif, aparat tetap melakukan patroli rutin guna memastikan tidak ada pergerakan massa tambahan di wilayah pesisir tersebut. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















