KEDIRI - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Pantauan di Pasar Setono Betek menunjukkan harga komoditas pedas tersebut kini menembus angka Rp 80.000 per kilogram.
Sebelumnya, harga cabai rawit hanya berkisar di angka Rp 50.000 per kilogram. Para pedagang menduga lonjakan harga ini merupakan imbas dari cuaca buruk dan tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kediri beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan lahan pertanian cabai rusak sehingga hasil panen petani menurun drastis. Hal ini memicu menipisnya stok barang di tingkat pedagang pasar.
Daya Beli Masyarakat Menurun
Baca Juga : Permintaan Kue Kering Meningkat, UMKM Hadapi Tantangan Harga Bahan Baku
Mahalnya harga cabai rawit berdampak langsung pada volume penjualan. Hariyana, salah seorang pedagang di Pasar Setono Betek, mengungkapkan bahwa konsumen mulai membatasi pembelian akibat kenaikan harga yang terjadi secara bertahap dalam lima hari terakhir.
"Sekarang harga cabai naik jadi Rp 80 ribu, sebelumnya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Kenaikan ini sudah terjadi hampir lima hari. Faktor utamanya karena hujan, sehingga penghasilan (petani) tidak menentu. Stok kami juga sedikit karena harga dari petani sudah mahal. Pembeli yang biasanya beli satu ons, sekarang dikurangi jadi setengah ons saja," jelas Hariyana.
Cabai Merah dan Keriting Masih Stabil
Baca Juga : Stok Menipis, Harga Kurma Naik Rp 125 Ribu per 10 Kg
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah besar dan cabai keriting terpantau masih relatif stabil di kisaran Rp35.000 per kilogram. Meski demikian, para pedagang memprediksi tren kenaikan harga cabai rawit masih berpotensi berlanjut. Hal ini mengingat curah hujan di wilayah Kediri dan sekitarnya diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi

















