Menu
Pencarian

Yadnya Kasada 2026, Bromo Ditutup Tiga Hari dan Dua Dukun Pandita Bakal Dikukuhkan

Farid Fahlevi - Kamis, 28 Mei 2026 17:30
Yadnya Kasada 2026, Bromo Ditutup Tiga Hari dan Dua Dukun Pandita Bakal Dikukuhkan
Gunung Bromo. (Foto: dok Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total selama tiga hari saat pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada 1948 Saka masyarakat Suku Tengger. Penutupan dilakukan mulai Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.

Penutupan dilakukan di seluruh akses masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berada di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Untuk wilayah Probolinggo, penutupan dilakukan di pintu masuk Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Masyarakat Tengger dijadwalkan mulai melakukan persiapan sembahyang di Pura Luhur Poten di area lautan pasir atau kaldera Bromo pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Selanjutnya pada Senin dini hari, 1 Juni 2026, dilaksanakan ritual sembahyang dan dilanjutkan dengan larung sesaji atau ongkek ke kawah Gunung Bromo.

Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, mengatakan penutupan dilakukan agar prosesi ritual adat berjalan khusyuk tanpa terganggu kepadatan wisatawan.

“Untuk Kasada tahun ini memang dilakukan penutupan sementara mulai tanggal 30 Mei pukul 00.00 WIB sampai 2 Juni pukul 23.59 WIB,” ujar Sunaryono, Kamis (28/5/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Patenggi itu, ritual Yadnya Kasada selama ini selalu menarik perhatian wisatawan. Namun tingginya jumlah pengunjung justru sering menghambat masyarakat adat saat menjalankan upacara.

“Kasada ini sangat diminati wisatawan. Banyak yang datang karena ingin melihat langsung ritual adat di Bromo,” katanya.

Ia mengungkapkan, kepadatan kendaraan menuju lokasi ritual pernah membuat warga Tengger terlambat tiba di area upacara.

“Kalau wisatawan terlalu banyak dan tidak diatur, masyarakat yang mau melakukan upacara malah terganggu. Pernah terjadi macet total di jalur menuju lokasi,” ungkapnya.

Menurut Sunaryono, masyarakat adat biasanya sudah bergerak menuju lokasi ritual sejak malam hari untuk melakukan persiapan.

“Kami ini malam sudah harus berangkat untuk persiapan upacara. Tapi pernah karena macet, jam satu malam baru sampai lokasi. Akhirnya kesiangan dan mengganggu jalannya prosesi adat,” jelasnya.

Ia menegaskan, penutupan kawasan bukan bertujuan menolak wisatawan, melainkan untuk menjaga kesakralan tradisi masyarakat Tengger.

“Tujuannya supaya masyarakat Tengger bisa fokus melakukan upacara dengan tenang dan khusyuk,” tegasnya.

Sunaryono menambahkan, penutupan dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

“Yang menutup BB-TNBTS atas koordinasi semua pihak, tujuannya agar jalannya ritual keagamaan berlangsung khidmat,” tuturnya.

Selain pelaksanaan Kasada, tahun ini juga akan dilakukan pengukuhan dua dukun pandita baru masyarakat Tengger.

“Sementara ada dua dukun pandita dikukuhkan, dari Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo dan dari Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Pasuruan,” katanya.

Menurutnya, jumlah dukun pandita yang dikukuhkan masih memungkinkan bertambah.

“Nanti sewaktu-waktu bisa ada tambahan,” ujarnya.

Meski kawasan Bromo ditutup sementara, pihak desa membuka peluang agar pelaksanaan Kasada di masa mendatang tetap bisa disaksikan wisatawan dengan pengaturan tertentu.

“Ke depan nanti akan dimusyawarahkan lagi. Pada prinsipnya bukan menutup total wisatawan selamanya,” katanya.

Ia menyebut wisatawan kemungkinan tetap dapat menikmati prosesi budaya tersebut dengan pembatasan radius tertentu dari area sakral.

“Mungkin nanti tetap dibuka, tapi ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Misalnya pengunjung hanya boleh sampai radius tertentu dari lokasi upacara,” imbuhnya.

Menurut Sunaryono, wisatawan kemungkinan baru diperbolehkan kembali mendekati area kawah setelah prosesi larung sesaji selesai.

“Setelah larung selesai dan warga adat mulai turun, kemungkinan baru pengunjung bisa naik lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan hingga 2 Juni dilakukan karena sehari setelah puncak Kasada digunakan untuk pembersihan kawasan.

“Kasada kan tanggal 1 Juni 2026, penutupan sampai tanggal 2 Juni 2026. Sehari untuk bersih-bersih kawasan Bromo,” ujarnya.

Terkait kemungkinan wisatawan kembali diperbolehkan menyaksikan Kasada di masa mendatang, pihak BB-TNBTS mengaku tetap menghormati keputusan masyarakat adat Tengger.

“Kasada kan acara adat, jadi kita akan memperhatikan aspirasi masyarakat adat Tengger untuk penyesuaian dengan aktivitas wisata,” pungkasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.