PONOROGO - Sebuah rekaman video amatir memperlihatkan detik-detik mencekam saat api melalap sebuah bangunan joglo milik Habilatil Amin di Jalan Yos Sudarso Gang II, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua orang santri yang terbangun untuk menunaikan salat Subuh. Saat itu, kobaran api rupanya sudah telanjur membesar dari bagian depan hingga belakang bangunan joglo. Mengetahui bahaya tersebut, keduanya langsung bergerak cepat membangunkan tiga santri lain yang masih tertidur agar segera menyelamatkan diri keluar dari bangunan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran (damkar). Petugas yang tiba di lokasi berhasil menjinakkan si jago merah sekitar satu jam kemudian dengan dibantu oleh warga setempat.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala serius karena material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu kering serta posisinya yang berada di tengah area persawahan. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan tanpa sisa.
Anggota Polres Ponorogo, Ipda Alwi Mustamiin, membenarkan bahwa embusan angin yang kencang di area persawahan mempercepat perambatan api.
"Sekitar pukul 05.00 WIB, bangunan pondok tempat mengaji terbakar. Api dengan cepat membesar kemudian membakar bangunan karena angin bertiup cukup kencang," ungkap Ipda Alwi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, seluruh bangunan joglo beserta isinya ludes terbakar dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kepala Kelurahan Brotonegaran, Setyo Laksono, mengatakan bahwa bangunan joglo tersebut selama ini difungsikan sebagai tempat mengaji sekaligus tempat beristirahat bagi para santri dari Pondok Pesantren Hidayatul Muna.
"Tempat ini merupakan pondok mengaji yang terbuka untuk masyarakat umum. Akibat kebakaran ini, kegiatan mengaji sementara waktu terhenti dan tentu sangat mengganggu aktivitas keagamaan masyarakat," ujar Setyo.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan intensif dan olah TKP untuk memastikan penyebab utama kebakaran. Dugaan sementara, percikan api pertama kali muncul akibat adanya korsleting listrik. (Sayekti Milan/Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















