SIDOARJO - Program "Kampung Asri" yang diinisiasi oleh Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya kini memasuki babak baru. Setelah sukses melakukan pemetaan potensi pada tahun lalu, kini mahasiswa KKN Tematik Kelompok 08 Ubhara Surabaya fokus pada realisasi fisik dan pemberdayaan ekonomi melalui tema “Pemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi Lokal di Desa Kwangsan”.
Berlokasi di RT 07 RW 04 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Teknik Sipil) bahu-membahu menyulap lingkungan desa menjadi paket wisata yang ikonik.
Ikonik dengan Markisa Rambat
Fokus utama KKN tahun ini adalah penguatan potensi tanaman markisa. Meski tumbuh subur, tanaman ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Mahasiswa kemudian menginisiasi pembuatan kerangka tanaman markisa rambat di sepanjang jalan kampung.
“Melalui pendekatan pemberdayaan kampung asri dengan segala keunikan dan potensi masyarakat, akan kita wujudkan kampung wisata markisa,” ujar Junjung, Koordinator Mahasiswa KKN Kelompok 08, saat ditemui di lokasi, Jumat (19/12).
Hal senada diungkapkan oleh Ali Akbar, salah satu anggota tim. Menurutnya, pemasangan kerangka ini bertujuan menata estetika desa agar lebih tertib dan menarik. “Sehingga ke depan akan nampak asri dan indah, menarik perhatian orang-orang yang lewat,” tambah Yohana Holy.
Dorong Ekonomi Lewat UMKM dan Digitalisasi
Tak hanya fokus pada estetika fisik, mahasiswa juga menggandeng pakar ekonomi, Dr. Nurul Immah, MM, untuk memberikan sosialisasi budidaya dan pemanfaatan markisa sebagai peluang UMKM. Masyarakat diajarkan langsung cara mengolah buah markisa menjadi produk makanan dan minuman yang memiliki nilai jual.
Untuk memastikan produk tersebut dapat bersaing di pasar modern, tim KKN juga memberikan pelatihan:
Pembuatan Kemasan (Packaging): Agar produk terlihat premium dan menarik pembeli.
Digital Marketing: Edukasi pengelolaan media sosial sebagai sarana promosi agar Kampung Wisata Markisa dikenal luas.
Dukungan Penuh dari Akademisi dan Perangkat Desa
Dosen Pembimbing KKN, Dr. M. Fadeli, S.Sos, M.Si, menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata visi "Kampus Berdampak".
“Keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini bertujuan mewujudkan visi kampus berdampak; berdampak pada nilai ekonomi dan sosial masyarakat. Inisiasi kampung wisata markisa menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” tegas Dr. M. Fadeli.
Kepala Desa Kwangsan, Sutrisno, menyambut baik kelanjutan program ini. Terlebih, RT 07 Desa Kwangsan sebelumnya pernah meraih juara Kampung Asri di tingkat Kecamatan Sedati.
“Dengan ikon buah markisa, akan memberikan keunikan dan ciri khas bagi lingkungan kami. Adanya program yang dilanjutkan menjadi potensi wisata ini memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” tutur Sutrisno.
Program Edukasi Tambahan
Selain fokus pada markisa, mahasiswa juga menggelar program penunjang lainnya, seperti pelatihan eco print bagi siswa MI Darun Najah Kwangsan, serta sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan narkoba bersama tokoh masyarakat setempat, Bapak Suhadak.
Program KKN yang berlangsung dari November hingga Desember 2025 ini diharapkan tidak hanya meninggalkan infrastruktur fisik, tetapi juga semangat kemandirian bagi warga Desa Kwangsan. (*)
Editor : Iwan Iwe



















