Menu
Pencarian


Wisuda ke-27 STKIP PGRI Pacitan, 455 Mahasiswa Lulus dari 7 Program Studi

JTV Pacitan - Rabu, 16 September 2026 09:16
Wisuda ke-27 STKIP PGRI Pacitan, 455 Mahasiswa Lulus dari 7 Program Studi
STKIP PGRI Pacitan resmi mewisuda 445 mahasiswa dari tujuh program studi. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Sebanyak 455 mahasiswa dari tujuh program studi resmi menyelesaikan pendidikan di STKIP PGRI Pacitan. Mereka mengikuti prosesi Wisuda ke-27 tahun 2026 yang digelar dengan konsep berbeda, yakni secara luring dan daring atau hibrida.

Konsep tersebut diterapkan karena para lulusan STKIP PGRI Pacitan tidak seluruhnya berada di Pacitan. Bahkan, terdapat 68 mahasiswa dari Nanggroe Aceh Darussalam dan sejumlah kabupaten lainnya yang mengikuti prosesi wisuda secara daring.

Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, mengatakan pelaksanaan wisuda hibrida menjadi bagian dari upaya kampus memberikan layanan kepada seluruh mahasiswa, termasuk peserta program pendidikan dari luar daerah.

“Pada wisuda yang ke-27 tahun 2026 ini, STKIP PGRI Pacitan mewisuda 455 mahasiswa dari tujuh program studi. Ini agak berbeda dari tahun yang lalu karena kita laksanakan secara hibrid, luring dan daring,” kata Bakti Sutopo Rabu, (16/09) pagi.

Baca Juga :   Perubahan APBD 2026 Pacitan Disahkan, Belanja Daerah Tembus Rp1,638 Triliun

Menurut Bakti, keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan kepada STKIP PGRI Pacitan untuk mengelola Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL, yang menjadi bagian dari peningkatan kompetensi akademis bagi guru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Di tahun ini kami juga mewisuda 68 mahasiswa dari Nanggroe Aceh Darussalam dan beberapa kabupaten lainnya, selain mahasiswa reguler. Kami berterima kasih karena dipercaya untuk mengelola RPL atau peningkatan kompetensi akademis bagi guru dari Kemendikdasmen,” ujarnya.

Ada hal lain yang berbeda dalam wisuda tahun ini. STKIP PGRI Pacitan mulai memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang mampu menghasilkan luaran akademik berupa publikasi ilmiah.

Baca Juga :   Petik Laut Warnai HUT ke-28 PAN di Pacitan, Nelayan dan Warga Diajak Tasyakuran

Tidak hanya publikasi di lingkungan kampus, mahasiswa yang berhasil menembus jurnal eksternal, khususnya jurnal yang terindeks SINTA, turut mendapatkan apresiasi.

Langkah ini dilakukan sebagai stimulus agar mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Pada tahun ini kami juga mengapresiasi, sebagai stimulus dan spirit bagi mahasiswa yang punya luaran atau publikasi. Tidak hanya di STKIP PGRI Pacitan, tetapi di jurnal luar, utamanya yang terindeks SINTA. Itu kami apresiasi secara khusus,” jelas Bakti.

Baca Juga :   46 Satuan Drumband Ramaikan Pacitan Night Marching Parade 2026, Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Menurutnya, tradisi akademik tersebut diharapkan terus tumbuh. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian menghasilkan karya, menulis, melakukan penelitian, sekaligus membagikan pengetahuannya melalui publikasi ilmiah.

Sementara itu, kepada 455 wisudawan dan wisudawati, Bakti Sutopo berpesan agar momentum wisuda tidak menjadi titik akhir dalam proses belajar.

Justru setelah menyandang gelar akademik, para lulusan dituntut mampu membuktikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah melalui karya dan pengabdian di tengah masyarakat.

Baca Juga :   Gema Watu Kendang MI GUPPI Jatimalang Sabet Juara 3 Pacitan Night Marching Parade 2026

“Jangan menganggap wisuda ini sebagai akhir dari perjalanan. Wisuda justru menjadi awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Teruslah belajar, terus meningkatkan kompetensi dan jangan berhenti berkarya,” pesannya.

Ia juga meminta para lulusan tetap menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. “Bawalah nama baik STKIP PGRI Pacitan. Jadilah lulusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memiliki integritas, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tambahnya.

Khusus bagi lulusan yang akan terjun sebagai pendidik, Bakti menekankan bahwa menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Guru, kata dia, memiliki tanggung jawab lebih besar dalam membentuk karakter generasi penerus.

Baca Juga :   Dilanda Kekeringan, Polres Pacitan Dropping Air Bersih ke Desa Terdampak

“Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan keteladanan. Terus belajar, terus beradaptasi, dan jadilah guru yang mampu menginspirasi anak-anak didiknya,” pungkas Bakti. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.