SURABAYA - Festival film Eropa, Europe on Screen (EoS) 2026 kembali hadir di Surabaya. Wisma Jerman kembali menjadi salah satu lokasi pemutaran film dalam festival tahunan tersebut dengan menggelar penayangan perdana pada Kamis (11/6).
Rangkaian pemutaran film berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026, dengan menghadirkan sejumlah film pendek dan film panjang dari berbagai negara Eropa.
Antusiasme penonton terlihat sejak sesi pertama dimulai. Ruang pemutaran dipenuhi pengunjung hingga seluruh kursi terisi. Sejumlah penonton bahkan rela berdiri demi menyaksikan rangkaian film yang ditayangkan.
Pada sesi pembuka, Europe on Screen menampilkan tiga film pemenang Short Film Pitching Project (SFPP) 2025, yakni In the Name of Me, Pool Party, dan Echoes of the Unseen. Ketiga film tersebut mengangkat tema dan isu yang beragam, mulai dari pencarian identitas diri, drama kehidupan, hingga satire sosial.
SFPP merupakan program pendanaan dan pengembangan film pendek bagi sineas muda Indonesia yang rutin digelar Europe on Screen setiap tahunnya. Film-film pemenang program tersebut kemudian mendapat kesempatan untuk diputar di hadapan publik dalam rangkaian festival.
Kepala Bagian Pemrograman Budaya Wisma Jerman, Dhahana Adi Pungkas, mengatakan keterlibatan Wisma Jerman dalam Europe on Screen merupakan agenda rutin sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Eropa kepada masyarakat Surabaya.
"Film merupakan medium yang tepat untuk menyampaikan berbagai isu yang terjadi di dunia dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima masyarakat. Karena itu kami merasa penting untuk terus mendukung kegiatan seperti Europe on Screen," ujar Dhahana.
Menurut pria yang akrab disapa Ipung itu, Wisma Jerman bersama Institut Français Indonesia (IFI) sebagai pusat kebudayaan Eropa di Surabaya memiliki komitmen untuk mendukung terselenggaranya festival tersebut.
"Jerman merupakan bagian dari Eropa dan ini memang agenda rutin. Wisma Jerman dan IFI sebagai pusat kebudayaan Eropa yang ada di Surabaya tentu berkewajiban mendukung terselenggaranya acara ini," katanya.
Dhahana menambahkan, terdapat hal yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Wisma Jerman untuk pertama kalinya menjadi lokasi pemutaran film-film pemenang Short Film Pitching Project yang sebelumnya lebih sering ditayangkan di venue lain.
"Yang membedakan tahun ini, kami mendapat kesempatan menayangkan film-film pemenang Short Film Pitching Project 2025. Sebelumnya pemutaran film pemenang program tersebut sudah dilakukan di tempat lain, sementara di Wisma Jerman baru kali ini,"imbuhnya.
Usai pemutaran film pendek, acara dilanjutkan dengan penayangan film Eropa berjudul Peacock. Film bergenre komedi satire tersebut mengisahkan perjalanan seorang laki-laki dalam mencari jati dirinya.
Dhahana menilai film-film yang hadir dalam Europe on Screen tahun ini menawarkan tema yang lebih beragam dibanding tahun sebelumnya.
"Isu-isu yang disampaikan juga beragam, tidak terfokus pada satu titik saja. Jadi nuansa festival filmnya terasa lebih kuat," pungkasnya.
Selain di Wisma Jerman, Europe on Screen 2026 juga digelar di sejumlah lokasi lain di Surabaya dan sekitarnya, yakni IFI Surabaya, Universitas Airlangga, serta Rumah Budaya Sidoarjo. Festival ini menjadi ruang pertukaran budaya yang mempertemukan perspektif dan pengalaman masyarakat Eropa maupun Indonesia melalui medium film.(Luluk Listiani)
Editor : Iwan Iwe



















