PONOROGO - Sebuah balon udara tanpa awak jatuh di area permukiman warga di Kabupaten Ponorogo dan sempat membuat resah. Polisi yang menerima laporan dari masyarakat langsung bergerak cepat melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil mengamankan balon tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Krajan, Desa Cekok, Kecamatan Babadan, sekitar pukul 11.00 WIB. Balon udara ditemukan jatuh di kebun singkong milik warga dalam kondisi masih mengembang dan mengeluarkan asap.
Dalam rekaman video amatir yang beredar, balon tampak masih panas saat pertama kali jatuh. Namun, saat petugas dari Polsek Babadan tiba di lokasi, balon tersebut sudah tidak berada di tempat.
Petugas hanya menemukan sisa sumbu yang masih mengeluarkan asap. Salah satu saksi mata, Amirul Sholikin, menyebut balon tersebut jatuh dalam kondisi berbahaya.
Baca Juga : Arus Balik Membludak, Ribuan Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo
“Balonnya masih panas dan mengeluarkan asap saat jatuh di kebun,” ujarnya.
Tak lama setelah kejadian, dua anak muda yang diperkirakan masih berusia sekolah menengah pertama datang dan membawa balon tersebut. Menurut saksi, keduanya bukan warga setempat.
Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, mengatakan pihaknya langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan dari warga.
Baca Juga : Warga Temukan Balon Udara 8 Meter Jatuh di Kebun Singkong, Polisi Langsung Amankan
“Setelah mendapat laporan, kami segera melakukan pencarian dan dalam waktu kurang dari satu jam balon berhasil diamankan,” jelasnya.
Balon udara tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Babadan. Dari hasil pengamanan, diketahui balon memiliki panjang sekitar 8 meter dengan diameter sekitar 2 meter, lengkap dengan sumbu pembakar.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara tanpa pengaman karena berpotensi menimbulkan bahaya, baik bagi lingkungan maupun keselamatan warga.
Editor : JTV Madiun



















