Menu
Pencarian


Warga Dua Desa di Kediri Desak Tambang Pasir Ditutup, Khawatir Krisis Air Bersih

JTV Kediri - Selasa, 11 Agustus 2026 10:58
Warga Dua Desa di Kediri Desak Tambang Pasir Ditutup, Khawatir Krisis Air Bersih
Warga Desa Satak dan Desa Puncu, Kec. Puncu, Kabupaten Kediri, bentangkan spanduk tolak penambangan pasir di wilayahnya. (Foto : M. Zainurofi)

KEDIRI - Aktivitas penambangan pasir di wilayah Desa Satak dan salah satu desa di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menuai penolakan dari warga. Masyarakat memasang sejumlah spanduk sebagai bentuk protes sekaligus mendesak perhatian perusahaan terhadap dampak aktivitas pertambangan.

Spanduk penolakan dipasang di sejumlah titik, mulai dari akses masuk desa hingga kawasan sekitar lokasi penambangan. Warga mengaku resah karena aktivitas tambang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan memperburuk persoalan ketersediaan air bersih.

Mujianto, salah seorang warga, mengatakan masyarakat khawatir aktivitas penambangan pasir berdampak terhadap kondisi lingkungan di sekitar permukiman.

Menurut warga, persoalan air bersih menjadi salah satu kekhawatiran utama. Mereka menyebut aktivitas tambang diduga turut berdampak terhadap jaringan pipa yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Baca Juga :   Tak Ada Angin atau Hujan, Rumah Lansia di Ponorogo Roboh

Beberapa pipa air bersih disebut mengalami kerusakan dan hampir putus di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat warga harus tetap mengandalkan tandon penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua RW Desa Satak, Suyitno, mengatakan keberadaan jaringan air bersih sangat penting bagi masyarakat. Terlebih, warga selama ini masih bergantung pada tandon yang telah dibangun sejak masa kolonial Belanda.

"Kami berharap persoalan ini mendapatkan perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat," kata Suyitno.

Baca Juga :   Kunjungan ke Banyuwangi, Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Bertemu Pengelola Tambang Emas dan Warga

Warga tidak hanya meminta aktivitas pertambangan dievaluasi. Mereka juga berharap perusahaan membuka komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat sekitar agar setiap persoalan dapat dibahas dan dicari jalan keluarnya bersama.

Masyarakat berharap ada langkah nyata dari perusahaan maupun pihak terkait untuk memastikan aktivitas pertambangan tidak mengorbankan lingkungan serta kebutuhan dasar warga, terutama akses air bersih. (Muhammad Zainurofi)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.