LUMAJANG - Warga Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang, berebut mendapatkan air bersih dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Selasa siang.
Sejak mobil tangki tiba, warga langsung mendatangi lokasi dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, galon, timba, hingga tong berukuran besar.
Warga berusaha mengumpulkan air sebanyak mungkin karena persediaan air di rumah mereka terus menipis.
Selama ini, sebagian warga mengandalkan air hujan yang ditampung di dalam tandon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, tandon-tandon tersebut mulai mengering dan tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan warga.
Krisis air bersih di wilayah ini telah berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir. Warga kini bergantung pada bantuan air bersih yang disalurkan oleh BPBD.
Berdasarkan data BPBD Lumajang, sebanyak 19 desa di enam kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Hingga kini, penyaluran air bersih telah dilakukan di enam desa yang tersebar di Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, dan Gucialit.
Editor : JTV Jember



















