NGAWI - Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan peninjauan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Wilayah Jawa Timur II di Kabupaten Ngawi. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta percepatan pembangunan dengan menambah jumlah tenaga kerja.
Peninjauan dilakukan di lokasi proyek yang berada di Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi. Percepatan pembangunan dinilai penting untuk mengejar target operasional pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang.
Dalam arahannya, Diana menyarankan agar pelaksana proyek menerapkan sistem kerja tiga shift atau selama 24 jam. Selain itu, penambahan tenaga kerja juga dianggap menjadi langkah krusial untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Berdasarkan data terakhir, proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya tersebut saat ini melibatkan sebanyak 264 pekerja, dengan sisa masa kontrak sekitar 142 hari.
Baca Juga : Setiap Hari, 35 Ton Sampah Masuk TPA Selopuro
“Penambahan tenaga kerja dan pengaturan sistem kerja perlu dilakukan agar target operasional bisa tercapai tepat waktu,” ujar Diana.
Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat di Ngawi ini berdiri di atas lahan seluas 7,9 hektare. Hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen, dengan deviasi sekitar 2 persen dari target awal.
Dengan percepatan yang dilakukan, pemerintah berharap proyek ini dapat segera rampung sesuai jadwal, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru mendatang.
Editor : JTV Madiun



















