Menu
Pencarian

Terima Audiensi ISIK, DPRD Surabaya Soroti Peran Ibu dalam Generasi dan Ekonomi

Selvy Wang - Jumat, 17 April 2026 17:30
Terima Audiensi ISIK, DPRD Surabaya Soroti Peran Ibu dalam Generasi dan Ekonomi
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menerima audiensi komunitas Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK), pada Jumat (17/4/2026). (Foto: Selvi Wang)

SURABAYA - Pimpinan DPRD Surabaya menerima audiensi komunitas Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK), pada Jumat (17/4/2026).

ISIK merupakan komunitas yang selama ini aktif dalam pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, melalui pelatihan keterampilan dan penguatan sektor UMKM.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. Dalam pertemuan itu, ISIK memaparkan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari pelatihan batik tulis, kegiatan usaha mikro, hingga keterlibatan dalam kegiatan edukasi di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Toni sapaan lekat Arif Fathoni menekankan bahwa peran ibu tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, ibu memiliki posisi strategis, baik dalam membentuk karakter generasi maupun dalam menopang perekonomian keluarga.

“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari ibu, lahir generasi penerus bangsa yang hebat. Karena itu, ketika ibu-ibu ini juga diberdayakan secara ekonomi melalui pelatihan dan UMKM, dampaknya akan sangat besar,” ujarnya ketika ditemui seusai audiensi.

Ia lantas mengapresiasi langkah ISIK yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas perempuan. Gerakan seperti ini, kata dia, menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri sekaligus memperkuat struktur sosial masyarakat.

Lebih lanjut, Mas Toni mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan penguatan konsep Kampung Pancasila yang tengah didorong di berbagai wilayah.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya diwujudkan dalam simbol atau kegiatan seremonial, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui peran keluarga.

“Kampung Pancasila itu tidak bisa berdiri tanpa peran keluarga, dan di dalam keluarga, ibu menjadi kunci. Ketika ibu berdaya, nilai gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial akan tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai, komunitas seperti ISIK memiliki peran strategis dalam menghidupkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata, seperti pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi, hingga keterlibatan dalam aktivitas sosial di tingkat kampung.

Karena itu, Mas Toni mendorong agar upaya pemberdayaan perempuan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program, baik dalam bentuk pelatihan lanjutan, akses permodalan, maupun fasilitasi pemasaran produk UMKM.

“Ketika ibu diberdayakan, maka bukan hanya ekonomi keluarga yang tumbuh, tetapi juga kualitas generasi ke depan ikut meningkat. Ini sejalan dengan semangat Kampung Pancasila yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Sementara itu, ISIK berharap audiensi ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, sehingga berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

"Dengan penekanan pada peran ibu sebagai fondasi keluarga dan pilar ekonomi, pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem Kampung Pancasila yang kuat tidak hanya dalam nilai, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.