Dunia kerja kreatif terus berkembang dengan beragam profesi unik yang mampu menghasilkan peluang menjanjikan. Salah satunya adalah profesi seniman face painting, yang kini semakin diminati untuk berbagai acara hiburan, pesta anak, konser, hingga festival.
Dalam program “Ruang Karir” yang tayang di JTV pada Rabu (15/04/26), dua pelaku usaha face painting, Gaby dan Evelyn, membagikan pengalaman mereka menjalankan bisnis kreatif ini sejak tahun 2023.
Berawal dari Kegelisahan Orang Tua
Evelyn menjelaskan, ide membuka usaha face painting muncul setelah memiliki anak. Ia melihat anak-anak saat ini lebih banyak bermain gawai, sehingga ingin menghadirkan aktivitas kreatif yang melibatkan interaksi langsung.
“Awalnya kami ingin membuat usaha yang melibatkan anak-anak. Lalu tertarik dengan konsep face painting dan kids activity,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak Gaby, yang memiliki kemampuan melukis, untuk membangun usaha bersama.
Hobi Menggambar Jadi Sumber Penghasilan
Gaby mengaku bakat menggambar sudah dimiliki sejak kecil. Bahkan saat sekolah dasar, ia pernah menjual jasa gambar wajah teman-temannya. “Dulu teman-teman minta digambarkan wajahnya, saya jual Rp5.000,” katanya sambil tertawa.
Kemampuan tersebut kini berkembang menjadi profesi yang menghasilkan. Mereka melayani berbagai kebutuhan face painting, mulai dari pesta ulang tahun anak, acara hotel, konser musik, pameran, hingga event bertema seperti Halloween dan Natal.
Klien Tidak Hanya Anak-anak
Meski awalnya menyasar pasar anak-anak, ternyata permintaan datang juga dari kalangan dewasa. “Kalau untuk dewasa biasanya kami di-hire untuk konser atau exhibition. Misalnya pembelian produk tertentu dapat bonus face painting,” jelas mereka.
Tak jarang orang dewasa meminta riasan wajah penuh karakter untuk pesta kostum atau acara komunitas.
Butuh Skill, Bukan Sekadar Bisa Gambar
Menurut mereka, menjadi face painter tidak cukup hanya suka menggambar. Seorang profesional harus memiliki kemampuan artistik, kecepatan kerja, ketelitian, serta kesabaran tinggi, terutama saat menghadapi anak-anak.
“Kalau anak banyak gerak itu tantangan tersendiri,” ujar Gaby.
Waktu pengerjaan satu wajah pun beragam. Untuk desain sederhana hanya butuh sekitar dua menit, sementara desain rumit bisa mencapai 15 hingga 20 menit. Bahkan untuk karakter khusus seperti alien saat Halloween, prosesnya bisa memakan waktu hingga delapan jam.
Peluang Masih Terbuka Lebar
Menurut keduanya, profesi face painting masih sangat menjanjikan beberapa tahun ke depan, terutama karena industri hiburan, event keluarga, dan budaya media sosial terus berkembang. “Selama masih ada anak-anak, selama orang masih suka foto-foto dan acara kreatif, profesi ini masih punya peluang besar,” ujarnya.
Profesi Kreatif yang Layak Dicoba
Bagi generasi muda yang memiliki bakat menggambar dan jiwa seni, profesi face painting bisa menjadi alternatif karier menarik. Selain menghasilkan pendapatan, pekerjaan ini juga memberi pengalaman seru bertemu banyak orang dan terlibat dalam berbagai acara kreatif. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















