SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Seminar bertema “Sustainable Infrastructure Development and FIDIC Contracts in Developing Countries (Balancing Risk, Cost, and Quality)” yang berlangsung di Prof Lucas Hall, Universidade Da Paz (UNPAZ), Timor Leste, Kamis (22/5/2026).
Kegiatan internasional ini menjadi bagian strategis dalam upaya Untag Surabaya menuju World Class University melalui penguatan kolaborasi lintas negara, pertukaran gagasan akademik, serta pengembangan kerja sama kelembagaan di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dua akademisi dari Fakultas Teknik Untag Surabaya hadir sebagai narasumber utama, yakni Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya - Dr. Ir. Hanie Teki Tjendani, S.T., M.T. dan Wakil Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya - Dr. Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T. serta dipandu oleh moderator dosen Teknik Sipil UNPAZ - Ir. Cesaltina da Costa Moreira, S.T., M.T.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Hanie Teki Tjendani menjelaskan bahwa penggunaan standar kontrak internasional FIDIC menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan tata kelola proyek infrastruktur secara profesional dan berkelanjutan.
“Negara berkembang saat ini menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, mulai dari keterbatasan anggaran, kompleksitas regulasi, hingga risiko keterlambatan proyek. Implementasi kontrak FIDIC memberikan kerangka kerja yang jelas agar setiap pihak memiliki tanggung jawab yang terukur, sehingga kualitas pembangunan dapat tetap terjaga,” ujarnya.
Dr. Hanie menambahkan bahwa pendekatan berbasis standar internasional tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya - Dr. Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T. memaparkan materi bertajuk Water Resources Engineering for Sustainable Infrastructure Development. Dalam pemaparannya, Dr. Saves menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur keairan yang berkelanjutan dan adaptif sebagai solusi menghadapi perubahan iklim, banjir perkotaan, hingga krisis air bersih di masa depan.
“Pengembangan smart and resilient water infrastructure melalui pemanfaatan teknologi seperti IoT, AI, dan sistem monitoring real-time menjadi langkah strategis untuk mendukung pengelolaan air yang lebih efektif dan tangguh terhadap bencana,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur modern tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan dan ketahanan jangka panjang.
“The future of civil engineering is not only about construction, but about sustainability and resilience,” pungkasnya.
Selain seminar internasional, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Untag Surabaya dan UNPAZ Timor Leste sebagai bentuk penguatan kerja sama institusional dalam bidang pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, hingga penyelenggaraan program akademik berskala global.
Dengan terbangunnya kolaborasi bersama institusi luar negeri, Untag Surabaya berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama strategis yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan inovasi, serta penguatan daya saing lulusan di tingkat global. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















