PROBOLINGGO - Aksi pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan wisata Gunung Bromo akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Probolinggo. Tiga pelaku berhasil ditangkap, dua diantaranya pasangan suami istri (pasutri).
Ketiga pelaku adalah RH, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo serta ED dan istrinya, warga Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.
Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini, polisi masih mengembangkan adanya pelaku lain yang diduga terlibat dalam pencurian ini.
Keberhasilan menangkap pelaku pencurian koper turis Thailand ini berawal dari penangkapan pelaku RH di rumahnya, pada Sabtu (21/2/2026) sore. Dalam pemeriksaan, RH mengaku beraksi bersama pelaku ED dan istrinya.
Atas keterangan ini, anggota unit Resmob Polres Probolinggo bersama unit Reskrim Polsek Sukapura bergerak ke rumah ED di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo. Saat ditangkap, pasutri ini tidak melakukan perlawanan.
Tertangkapnya tiga pelaku pencurian koper turis Thailand ini dibenarkan Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif.
“Benar, para pelaku pencurian tujuh koper milik wisatawan asing asal Thailand sudah kami amankan. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” ujar AKBP Wahyudin Latif kepada portaljtv.com, Minggu (22/2/2026) malam.
Saat ini, polisi masih mengembangkan dengan memburu pelaku lain serta barang bukti yang sudah dijual. Rencananya, konferensi pers akan digelar pada Selasa (24/2/2026).
"Yang jelas kita terus kembangkan kasus yang sudah menjadi atensi ini. Termasuk barang bukti dan pelaku lain," ungkapnya.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu pagi (15/2/2026) di area parkir depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Lokasi itu berada di sekitar kawasan Museum Tengger dan menjadi salah satu titik transit wisatawan sebelum menuju lautan pasir Bromo.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan wisata internasional yang kerap dikunjungi turis mancanegara. Kepolisian memastikan akan meningkatkan patroli dan pengamanan di titik-titik rawan guna menjaga citra keamanan pariwisata di Bromo. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















