Persaingan di dunia kerja saat ini semakin ketat. Jumlah angkatan kerja yang terus meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Akibatnya, banyak pencari kerja kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Kondisi ini mendorong perlunya perhatian lebih terhadap kompetensi yang dimiliki tenaga kerja agar mampu bersaing di tengah keterbatasan peluang.
Kepala Bagian Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Muhammad Alza Akbar, menjelaskan bahwa persoalan utama bukan semata kurangnya lapangan kerja. Kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri juga memicu tingginya angka pengangguran.
“Yang terjadi saat ini adalah mismatch. Kompetensi yang dimiliki pencari kerja belum sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha,” ujarnya dalam dialog Ruang Karir JTV Selasa (07/04/26).
Baca Juga : Menembus Jepang, Menggenggam Masa Depan: Peluang Karier Global bagi Generasi Muda
Menurutnya, khususnya di wilayah industri dengan upah minimum tinggi seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto, perusahaan cenderung bergerak di sektor padat modal. Artinya, tenaga kerja yang dibutuhkan bukan lagi sekadar operator, melainkan individu yang memiliki kemampuan lebih, seperti multitasking dan penguasaan teknologi.
Menjawab tantangan tersebut, BPVP melakukan transformasi dalam sistem pelatihannya. Jika sebelumnya pelatihan berbasis pada fasilitas yang dimiliki lembaga, kini pendekatan diubah menjadi berbasis kebutuhan pasar kerja. Program pelatihan dirancang melalui kolaborasi dengan industri, sehingga materi yang diberikan relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
Saat ini, BPVP Sidoarjo memiliki 12 bidang kejuruan, di antaranya pengelasan, teknik manufaktur, teknologi informasi, elektronika, otomotif, pariwisata, hingga bisnis manajemen. Program-program yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri pun secara bertahap dihentikan.
Baca Juga : Sukses Berwirausaha dari Rumah: Pelatihan Menjahit Sepatu BLK Jombang Jadi Incaran Warga
Hasil dari perubahan tersebut mulai terlihat. Tingkat penyerapan lulusan pelatihan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2022 masih di bawah 40 persen, angka tersebut naik menjadi sekitar 50 persen pada 2023, dan mencapai lebih dari 80 persen pada 2024 hingga 2025. Rata-rata lulusan juga hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan untuk mendapatkan pekerjaan.
Meski demikian, terdapat fenomena menarik di kalangan peserta pelatihan. Banyak yang lebih tertarik pada bidang digital seperti digital marketing dan teknologi informasi. Padahal, kebutuhan industri saat ini justru lebih tinggi pada sektor seperti pengelasan, manufaktur, elektronika, dan otomasi listrik, yang memiliki tingkat penyerapan lebih cepat.
Selain keterampilan teknis, aspek soft skill juga menjadi perhatian penting. Kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta pemahaman budaya kerja dinilai sangat dibutuhkan agar tenaga kerja mampu bertahan dan berkembang di lingkungan kerja.
Baca Juga : Malam ini Ruang Karir JTV Hadirkan Info Peluang Kerja Sebagai Desainer Grafis
Program pelatihan di BPVP sendiri didominasi metode tatap muka dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai bukti pengakuan kemampuan secara nasional.
Ke depan, BPVP juga berencana membuka program baru di bidang logistik berbasis sistem pintar (smart warehouse), seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap pengelolaan rantai pasok yang efisien.
Akbar berpesan kepada para pencari kerja untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak hanya berfokus pada minat semata, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pasar. Ia juga menekankan pentingnya membangun portofolio sebagai bukti kemampuan.
Baca Juga : Malam ini Ruang Karir Bahas Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Solusi Bagi Gen Z
“Persaingan sekarang tidak hanya dengan orang di sekitar kita, tapi juga dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Jadi, terus belajar dan jangan takut memulai,” pungkasnya. (Amellia Ciello)
Baca Juga : JTV Hadirkan Ruang Karir, Bahas Peluang dan Tantangan Profesi Admin Media Sosial
Editor : Iwan Iwe



















