SURABAYA - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian meresahkan masyarakat kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini, kawanan pelaku dengan berani menyatroni area parkir asrama mahasiswa di Jalan Dharmahusada Permai, Surabaya, dan berhasil menggasak dua unit sepeda motor sekaligus dalam satu aksi. Beruntung, seluruh rangkaian aksi pelaku berhasil terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak pelaku mengenakan jaket, helm, serta penutup wajah untuk menyamarkan identitasnya. Dengan cukup leluasa, pelaku bergerak di area parkir dan mengambil sepeda motor tanpa banyak kesulitan. Diduga pelaku beraksi bersama komplotannya dan masuk ke area parkir pada Jumat dini hari, saat suasana sekitar lokasi dalam kondisi sepi dan minim pengawasan.
Untuk masuk ke area parkir, para pelaku nekat merusak pintu pagar yang menjadi akses utama. Memanfaatkan situasi sepi tersebut, komplotan curanmor ini leluasa membawa kabur dua unit sepeda motor, yakni satu unit Honda Beat dan satu unit Honda Vario.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Mulyorejo Surabaya, AKP Djoko Soesanto, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya mengaku telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan rekaman kamera CCTV area parkir guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. AKP Djoko juga membenarkan bahwa pelaku masuk dengan cara merusak pintu akses masuk parkiran.
“Kita sudah melakukan olah TKP dan juga koordinasi dengan pihak security yang ada di dalam. Jadi memang ada salah satu pintu yang aksesnya hanya sampai jam 22.00 dan itu tertutup, dan di situ tidak ada keamanan yang menjaga, akhirnya main kunci saja, jadi ya itu yang dirusak oleh pelaku,” jelas AKP Djoko Soesanto.
Menyikapi kejadian ini, AKP Djoko turut memberikan imbauan kepada pihak keamanan asrama agar pintu utama masuk parkiran ditutup secara permanen. Dengan demikian, akses masuk utama ke area parkiran asrama diarahkan melalui pintu lain, yakni gerbang utama Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (Unair), sehingga diharapkan dapat mempersempit ruang gerak bagi pelaku kejahatan yang mengincar kendaraan bermotor di kawasan tersebut.
Editor : Iwan Iwe



















