JEMBER - Tiga unit armada milik UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jember ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di belakang Terminal Pakusari pada 8 April 2026. Dua truk pemadam dan satu mobil pickup kondisinya tidak utuh, bahkan diduga telah menjadi sasaran pencurian komponen.
Temuan ini bermula saat tim mekanik Damkarmat Jember hendak mengambil sparepart yang masih layak pakai guna efisiensi anggaran perawatan. Namun setibanya di lokasi, mereka justru mendapati kendaraan-kendaraan tersebut digeletakkan begitu saja di area terbuka tanpa pengamanan memadai.
Ironisnya sejumlah komponen vital sudah hilang, sepertinya as roda, tutup mesin, hingga tutup silinder kop. Bahkan, pintu truk ditemukan sudah terlepas dan tergeletak di sekitar lokasi. Kerusakan ini memperparah kondisi armada yang sebelumnya masih dapat dimanfaatkan sebagian komponennya.
“Waktu kami datang untuk mengambil sparepart yang masih bisa digunakan, ternyata kondisinya sudah banyak yang hilang. As roda sudah tidak ada, tutup mesin hilang, tutup silinder kop juga hilang, bahkan pintu truk sudah terlepas dan ada di sekitar lokasi,” ujar Mekanik Damkarmat Jember, Surahman.
Baca Juga : Terbengkalai Tanpa Pengamanan, Armada Damkar Jember Kehilangan Komponen Vital
Padahal, ketiga armada tersebut masih tercatat sebagai aset resmi pemerintah daerah dan belum melalui proses penghapusan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait pengelolaan dan pengamanan aset daerah.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim mekanik segera berupaya menyelamatkan sisa komponen yang masih dapat digunakan agar tidak ikut hilang.
Mekanik Damkarmat lainnya, Imam Kusariawan, menyebut langkah pengamanan itu dilakukan secara cepat di lokasi.
Baca Juga : Mobil Jemput Pemudik Hangus Terbakar di Loceret Nganjuk
“Kami langsung mengamankan bagian yang masih tersisa seperti dinamo ampere, pipa, dan nozzle agar tidak ikut hilang,” katanya.
Di sisi lain, kondisi ini menimbulkan kejanggalan. Saat dikonfirmasi, petugas keamanan Terminal Pakusari justru mengaku tidak mengetahui keberadaan armada tersebut di area mereka.
Sementara itu, Kepala UPT Damkarmat Jember, Ahmad Sidiq, menjelaskan bahwa pemindahan armada tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi dengan BPBD Jember untuk penataan gudang logistik.
Ia menyebut, proses pemindahan dilakukan menggunakan jasa towing dengan total biaya Rp3,5 juta, di mana Damkarmat berkontribusi sebesar Rp1,75 juta.
Meski demikian, Sidiq menyayangkan kondisi armada yang justru terbengkalai di lokasi yang tidak semestinya hingga mengalami kerusakan tambahan.
Saat ini, pendataan rinci serta perhitungan kerugian tengah dilakukan. Laporan resmi juga akan segera disampaikan kepada pihak terkait guna mengusut penyebab terbengkalainya aset serta dugaan pencurian komponen. (Luluk Listiani)
Editor : M Fakhrurrozi



















