BANGKALAN - Madura United dijatuhi banyak sanski oleh Komisi DIsiplin PSSI atas insiden yang terjadi dalam pertandinga melawan PSIM Yogyakarta. Ada tiga sanksi yang diterima oleh klub dan pemain.
Sanksi pertama terkait penyalaan 9 flare yang terjadi dalam pertandingan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Dua hukuman lainnya diterima oleh Nur Diansyah dan Miswar Saputra buntut pelanggaran dan kartu merah.
Atas sanksi tersebut, Madura United diwajibkan membayar denda Rp140 juta. Rinciannya, Rp120 juta untuk penyalaan flare dan kartu merah pemain masing-masing sebesar Rp10 juta.
Menanggapi hal itu, manajemen Madura United siap menghormati keputusan Komdis PSSI. Hukuman tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi serius oleh klub baik untuk pemain maupun suporter.
Baca Juga : Aditya Harlan Tetap Berseragam Madura United Musim Depan
"Manajemen Madura United menghormati keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas sanksi yang dijatuhkan pada laga kontra PSIM Yogyakarta, 10 Januari lalu," kata Dirut PBMB, Annisa Zhafarina, Kamis (29/1/2026).
"Denda total Rp140 juta menjadi bahan evaluasi serius bagi klub, khususnya terkait kedisiplinan pemain dan pengelolaan suporter," tegasnya.
Namun demikian, manajemen juga menekankan pentingnya ketegasan dan konsistensi perangkat pertandingan dalam memimpin pertandingan. Sebab, banyak keputusann yang menuai kontroversi.
Baca Juga : Madura United Sayangkan Mundurnya Miftah Anwar Sani
"Kami menilai masih terdapat sejumlah keputusan pelanggaran yang kerap tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di lapangan," lanjut Annisa.
"Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas, sportivitas, dan keadilan kompetisi," tegas perempuan yang pernah menimba ilmu di UEFA tersebut.
Annisa menegaskan bahwa manajemen Madura United berkomitmen untuk melakukan pembenahan internal dengan harapan diikuti dengan perbaikan seluruh elemen di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga : Madura United Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Kompetisi Liga 1
"Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal, sembari berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara profesional agar kompetisi berjalan lebih sehat," jelas Annisa.
"Dan kepada seluruh suporter, kita pernah menjadi best supporter di tahun 2023/24, terapkanlah Madrudji," tandasnya.
Editor : A.M Azany



















