KEDIRI - Stok beras di Bulog Sub Divre Kediri melimpah pada awal tahun 2026. Hal ini disebabkan banyaknya pasokan dari para petani, sehingga cukup untuk kebutuhan beras untuk 20 bulan mendatang.
Pasokan beras di Bulog Kediri ini disumbang petani di kawasan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Sejak seminggu terakhir, para petani di Gampengrejo terus memanen padi dengan menggunakan mesin. Selain efektif, penggunaan mesin dinilai petani juga lebih terjangkau dan menyingkat waktu.
Banyaknya pasokan gabah dari para petani inilah yang membuat stok beras Bulog kediri saat ini melimpah. Dalam kurun waktu awal tahun 2026, stok beras yang dimiliki Bulog Kediri mencapai 66 ribu ton. Stok tersebut mampu mencukupi kebutuhan warga hingga 20 bulan kedepan.
Stok itu merupakan hasil penyerapan beras kepada petani pada tahun 2025 yang lalu. Dari terget yang ditetapkan 50 ton beras, Bulog Kediri mampu menambah hingga 16 ribu ton beras.
Baca Juga : Stok Beras Bulog Kediri Melimpah di Awal Tahun 2026, Aman Hingga 2027
“Jadi stok yang dimiliki Bulog cabang Kediri saat ini mencapai 66 ribu ton dan ini setara dengan 20 bulan kedepan, jadi masyrakat tidak perlu bingung dan susah karena cadangan beras masyarakat sangat luar biasa. Awalnya ditarget 50 ribu ton, lalu naik lagi targetnya sebanyak 55 ribu ton. Meski hasil akhir tidak mencapai 100% hanya 92%, inipun suatu kebanggaan yang luar biasa karena pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat, bahwa Bulog dalam hal ini mewakili pemerintah siap membeli gabah dari para petani," ujar Harisun, Kepala Perum Bulog Cabang Kediri.
Sementara itu, meski stok beras melimpah, para petani tidak perlu mengkhawatirkan harga panen padi. Bulog sendiri akan membeli beras milik petani sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah, yakni 6 ribu 500 ratus per kilogramnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















