SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 pada 24 Mei mendatang. Sebanyak 80 desa dijadwalkan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Pilkades ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa yang mampu membawa pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan warga selama enam tahun ke depan.
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan DPRD terus mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berjalan aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, pesta demokrasi desa harus berlangsung damai serta melahirkan pemimpin terbaik bagi masyarakat.
“Kami ingin pelaksanaan Pilkades ke depan ini menjadi pelaksanaan yang bermartabat, demokratis, dan gembira. Semuanya bahagia serta menghindari konflik,” ujarnya, dalam program "Jatim Gaspol - Gagasan Politik Jawa Timur On the Spot" yang tayang di JTV pada Selasa (28/04/26).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah memilih. Warga diminta melihat rekam jejak, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta visi misi calon kepala desa sebelum menentukan pilihan di TPS.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan Pilkades saat ini hampir rampung. Pemerintah daerah terus mematangkan koordinasi dengan panitia desa, kecamatan, hingga aparat keamanan.
“Kesiapannya sekitar 80 persen. Kami terus berkoordinasi agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan tertib, lancar, dan sukses,” jelasnya.
Selain kesiapan teknis, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan desa yang dianggap rawan konflik untuk mengantisipasi persoalan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Dari kalangan akademisi, Dosen UMSIDA Hasan Ubaidillah menilai kepala desa ke depan harus mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memaksimalkan potensi desa. “Calon kepala desa harus punya visi yang terukur dan mampu menggambarkan bagaimana desa itu berkembang secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, mengatakan pihaknya juga turun langsung ke sejumlah desa untuk melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah yang dinilai rawan. “Kami hadir bersama panitia, calon, dan tokoh masyarakat agar proses demokrasi ini berjalan dewasa dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pilkades Serentak 2026 diharapkan mampu melahirkan kepala desa yang berintegritas, visioner, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing desa di Kabupaten Sidoarjo. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















