LUMAJANG - 
Status gunung semeru, resmi turun dari level empat awas menjadi level tiga siaga. Penurunan aktivitas itu berdasarkan evaluasi dari pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi atau pvmbg.
Pasca berstatus awas atau level empat sejak erupsi 19 november lalu, kini status aktivitas gunung semeru telah diturunkan ke level tiga atau siaga.
Hal itu berdasarkan evaluasi terpadu yang dilakukan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, dimana pasca erupsi 19 november lalu, aktivitas semeru didominasi oleh proses permukaan tanpa indikasi adanya peningkatan suplai magma baru dari kedalaman.
Meskipun secara visual letusan dan guguran lava masih terjadi, namun aktivitas letusan yang terjadi berskala kecil hingga menengah dan tidak didukung oleh indikasi peningkatan suplai magma yang signifikan dari dalam.
Selain itu pengamatan dari foto morfologi puncak dan sekitarnya, menunjukkan perubahan. Dimana kini tumpukan material erupsi dan akumulasi lava bekas erupsi 19 november lalu yang sempat terlihat menonjol, telah hilang atau tererosi.
Kini saat status semeru berada di level 3 siaga , rekomendasi keselamatan masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang besuk kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang besuk kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Editor : JTV Jember



















