SURABAYA - Sebanyak 78 siswa SMP Muhammadiyah 7 Paciran, Lamongan, bersama 15 guru pendamping mengunjungi JTV Surabaya untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan broadcasting. Kunjungan ini merupakan bagian dari program tahunan Kelas Unggulan Sosial yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas.
Selama berada di JTV, para siswa mendapat penjelasan mengenai proses produksi program televisi, mulai dari tugas presenter, kameramen, hingga teknisi. Mereka juga berkesempatan mencoba membaca naskah berita di depan kamera serta menyaksikan proses produksi program Jatim Awan yang disiarkan secara langsung.
Para siswa turut melihat ruang sub-control dan mendapat penjelasan mengenai koordinasi tim di balik layar selama proses siaran berlangsung.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Muhammadiyah 7 Paciran, Muhammad Haizul Falah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kurikuler sekolah yang memiliki tiga bidang kelas unggulan, yakni olahraga, sosial, dan sains.
Baca Juga : Kenalkan Jurnalistik Televisi, SMP Al-Ikhlash Lumajang Ajak Siswa Berkunjung ke JTV
“Kunjungan hari ini adalah untuk kelas unggulan sosial. Ini memang program tahunan kami untuk memberikan pengalaman belajar siswa di luar kelas, khususnya di dunia jurnalistik broadcasting, dan juga melatih public speaking anak-anak didik kami,” ujar Haizul Falah.
Ia menjelaskan, JTV dipilih karena dinilai sebagai salah satu stasiun televisi besar di Jawa Timur. Selain itu, sekolah sebelumnya telah melakukan kunjungan ke JTV dan mendapatkan pengalaman positif.
“Karena JTV ini termasuk salah satu stasiun televisi terbesar di Jawa Timur. Dan tidak diragukan lagi karena JTV ini adalah favoritnya orang-orang Jawa Timur. Makanya kita memilih JTV,” katanya.
Baca Juga : Kenali Industri Media, 109 Siswa SMK PGRI 2 Malang Kunjungi JTV Surabaya
Haizul Falah menambahkan, kunjungan kali ini merupakan yang kedua bagi SMP Muhammadiyah 7 Paciran ke JTV. Pengalaman positif pada kunjungan sebelumnya menjadi salah satu alasan sekolah kembali mengadakan kegiatan serupa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa, terutama mereka yang masih malu-malu atau belum berani berbicara di depan orang lain.
“Harapannya tentunya berimbas, berdampak pada anak-anak didik kami yang awalnya malu-malu atau cenderung pendiam, atau tidak berani bicara di depan teman-temannya, dapat berdampak positif nantinya. Meskipun tidak langsung, tetapi melalui proses,” ungkapnya.
Baca Juga : Belajar Broadcasting, 45 Siswa SMK Nurul Qarnain Jember Kunjungi JTV Surabaya
Selain memberikan pengalaman belajar, pihak sekolah juga berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan JTV dalam mendukung pendidikan siswa.
Sementara itu, salah satu siswi, Rafifa Aisya Mahira yang akrab disapa Fahira, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah melihat langsung proses produksi program televisi. Ia juga berkesempatan mencoba menjadi presenter di studio JTV.
“Kesan aku di sini, kunjungan industri ke JTV membuka pandangan baru bagi aku, karena sebenarnya semua yang terjadi di layar juga mempunyai proses panjang, kreativitas, dan kerja sama yang terjadi di balik layar,” ujar Fahira.
Baca Juga : Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK Arya Singasari Brebes Ajak Siswa DKV Kunjungan Industri ke JTV
Ia berharap JTV terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui tayangan informatif.
“Semoga JTV terus menginspirasi, membimbing, memberikan informasi, dan menjadi kebanggaan Jawa Timur,” pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi























